AKURAT.CO, Kamu yang tinggal di Jakarta bisa jadi sudah tahu, tapi tentu tak sedikit juga yang belum. Bahwa tak jauh dari Taman Suropati, ada Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Bagunannya diarsiteki oleh JFL Blankenberg berkebangsaan Belanda, yang dibangun pada 1920, di atas tanah seluas 3.914 m2, dengan luas bangunan mencapai 1.138 m2.
Awalnya, bangunan ini adalah milik PT Asuransi Jiwasraya, lalu kemudian berpindah kepemilikan ke British Konsul General. Perpindahan kepemilikan ini terus berganti-ganti sampai Jepang masuk ke Indonesia.
Saat pendudukan itulah, bangunan ini dijadikan tempat tinggal Laksamana Muda Tadashi Maeda, Kepala Kantor Perhubungan Angkatan Laut dan Darat Jepang. Tapi tak lama setelah Jepang keok, bangunan ini dialihfungsikan lagi sebagai markas tentara Inggris, yang hingga 1982 dimanfaatkan sebagai Kantor Karyawan Perpustakaan Indonesia.
Melihat jauh ke belangkang saat bangsa ini berjuang melawan penjajah dan akhirnya merdeka, jasa bangunan ini lalu ditetapkan dalam SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1992. Bangunan bekas tempat tinggal Laksamana Maeda ini lalu dijadikan museum warisan peninggalan sejarah, bernama Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Museum ini mengisahkan detik-detik proklamasi 17 Agustus 1945. Ada satu ruangan besar sebagai ruangan utama yang dulunya dipakai sebagai ruang diplomasi Indonesia-Belanda, setelah Indonesia merdeka. Pada bagian kiri pintu masuk, kamu akan mendapati ruang yang dulunya digunakan para perancang teks proklamasi, yang kemudian ditulis pada sepucuk kertas oleh Soekarno.
Pada bagian bawah tangga, ada ruangan yang dulu dipakai Sayuti Melik ditemani BM Diah untuk mengetik naskah catatan goresan tangan Soekarno itu, dan pada sisi yang lain adalah ruangan pengesahaan, saat proklamasi ditandatangani.
Agar memberi kesan yang lebih nyata, dibuatkan diorama dengan skala 1:1. Salah satu diorama yang paling berkesan adalah saat Soekarno-Hatta dan Ahmad Soebardjo menandatangani naskah itu.
Jika Anda menuju lantai 2, makin terasa jejak sejarah itu di sini. Ada pakaian Laksamana Maeda juga jam tangan serta kacamata milik Soekarno. Banyak nukilan pada dinding yang menceritakan detik-detik proklamasi dilakukan.
Untuk menapaki jejak sejarah ini, kamu cukup membayar 2 ribu rupiah saja untuk masuk museum. Kamu yang ingin merasakan momen-momen menegangkan, mengharukan dan membanggakan itu, bisa mendapatinya di sini.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun




