Akurat Logo

Piramida Mesir Ada di Flores, Namanya Inerie

| 22 November 2018, 18:39 WIB
Piramida Mesir Ada di Flores, Namanya Inerie

AKURAT.CO, Kamu yang punya banyak uang, kami tak menyarankanmu ke Mesir untuk melihat Piramida yang mendunia itu. Kamu perlu berkeliling Indonesia saja, karena negeri ini begitu memesona.

Memang, piramida Mesir punya cita rasa yang lain. Tapi yang satu ini juga bisa duduk sejajar. Jika kamu pernah melihat Gunung Sidahurip di Garut, Jawa Barat yang tersohor itu, Inerie bisa jadi kembarannya. Bentuknya serupa. Lancip sampai ke bubungannya.

Jika sudah berada di Bajawa, Ibukota Kabupaten Ngada, kamu bergerak hanya 15 kilometer ke selatan untuk mendapatinya. Tapi kalau belum punya nyali untuk mendaki, menatapnya saja dari Aimere atau titik view dari Penginapan Manulalu sudah cukup membuatmu terdiam lama.

Ini adalah 2 titik terbaik untuk memandang Inerie yang bak Piramida itu. Inerie pernah mengamuk pada 1970 yang meluluh lantahkan semua yang ada di sekelilingnya. Pasca momen mendebarkan itu, Inerie beberapa kali mengambil ancang-ancang onar lagi, karena memang dia berapi.

Eksotisnya Flores bisa diwakili dari puncaknya, jika kamu berani mendaki ke atas. Gunung ini cukup tinggi karena puncaknya ada di ketinggian 2.245 mdpl yang sebenarnya tak perlu harus menjadi pendaki profesional untuk bisa menaklukan puncaknya.

Karena, wisatawan tidak begitu bersusah payah mendaki karena akan mengambil star dari Desa Watumeze, yang sudah cukup tinggi. Sekali lagi, kamu tak cukup puas jika hanya memandanginya saja. Mendakilah!

Kamu harus berangkat subuh, karena butuh waktu 5 jam untuk tiba di pucuknya saat matahari terbit.

Gunung Inerie. INSTAGRAM/travel_ntt

Memang, menjajaki gunung ini tak segampang kamu membaca tulisan ini. Karena, berada di titik manapun di Flores, alamnya akan selalu garang.

Kerikil kecil dan pepohonan yang jarang akan cukup menyiksamu. Karena gunung ini punya vegetasi hutan yang rendah sehingga kamu tak dipayungi rindang dan sejuknya hutan.

Pada separuh perjalanan, kamu bisa berhenti dan beristirahat di sebuah lembah pada punggungan pertama yang punya kawah cantik. Titik ini cukup adem dan sudah banyak diabadikan para pendaki. Perbanyaklah ambil nafas di sini.

Jangan berhenti di sini lalu pulang. Rugi. Kamu harus melewati bentangan yang makin terjal dengan kemiringan yang makin curam dan menguras emosi. Hingga setelah mendapati punggungan terakhir, cukup 30 menit lagi berjalan hingga menjumpai 3 kayu yang dibentuk salib yang ditancap langsung ke tanah. Kamu sudah sampai puncaknya.

Bersenang-senanglah dulu menikmati hasil lelahmu, karena kejutan lain lagi akan datang. Ya, Kampung Adat Bena yang sudah dilegitimasi UNESCO itu tepat berada di bawah kaki gunung ini. Kamu bisa melihat rumah lancip beratap alang-alang itu dari ketinggian ini. Bajawa cukup dingin, salah satu daerah terdingin di Flores. Kamu sedang di NTT sekarang.

Masih yakin ke Mesir?[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.