Akurat Logo

Sebelum Ajak Bayi Naik Pesawat, Kamu Harus Perhatikan Hal Ini Dulu

Khaerul S | 8 Desember 2017, 18:21 WIB
Sebelum Ajak Bayi Naik Pesawat, Kamu Harus Perhatikan Hal Ini Dulu

AKURAT.CO Ketika musim liburan tiba, berbagai tiket transportasi akan cepat diburu oleh traveler. Bagi mereka yang ingin mempercepat perjalanan, pastinya lebih memilih menggunakan pesawat udara.

Dalam perjalanan tersebut, tak sedikit juga traveler yang membawa buah hatinya turut serta, baik itu balita (bayi di bawah lima tahun) maupun batita (anak dibawah tiga tahun).

Hanya saja untuk bisa membawanya turut serta, ada beberapa hal yang kalian perhatikan, ketika membawa anak-anaknya dalam perjalanan udara. Berikut ulasannya.

1. Pilih penerbangan yang tepat

Ketika membeli tiket pesawat, cobalah memilih jadwal penerbangan tanpa transit, sehingga perjalanan menjadi lebih singkat. Bisa juga kalian memilih jadwal penerbangan sesuai dengan waktu tidur anak, ini untuk menghindari anak rewel ketika di pesawat.

2. Ketahui peraturan maskapai

Traveler, kalian harus tahu kalau setiap maskapai penerbangan sudah mempunyai aturan tentang membawa anak. Dimana para penumpang tidak disarankan untuk membawa bayi yang baru lahir, karena kondisi badannya yang masih rentan.

Ada baiknya untuk mulai membawa si kecil ketika umurnya lebih dari tiga bulan. Karena pada umumnya anak di usia itu sudah cukup aman diajak bepergian, hanya saja masih dalam jarak yang pendek.

3. Jangan sampai terkena radang telinga

Ketika pesawat mulai tinggal landas dan mendarat, seringkali menimbulkan nyeri pada telinga. Nah pastinya kalian tidak ingin hal ini terjadi pada buah hati kita bukan. Untuk mengatasi hal tersebut, kalian membuat bayi meminum ASI. Atau kalaian juga bisa memberikan penutup telinga, untuk mengurangi kebisingan.

4. Jangan memberikan obat tidur

Untuk menghindari rewelnya anak selama di pesawat, biasanya sebagian traveler memutuskan akan memberikan obat tidur. Langkah ini jangan sampai kalian lakukan. karena menurut dokter, pemberian obat tidur ini tidak disarankan karena berisiko memberikan efek berkepanjangan terhadap kesehatan.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A