Pameran Seni Rupa Jadi Destinasi Alternatif di Pekalongan

AKURAT.CO Masyarakat dan wisatawan yang kebetulan berkunjung ke Pekalongan bisa menikmati pameran seni bisa yang digelar hingga 3 Desember mendatang.
Pameran ini merupakan acara yang digelar oleh Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Dewan Kesenian.
Dimana pagelarannya dilakukan di dua tempat yakni di gedung GOR Jetayu dan Taman Patiunus, yang telah dimulai sejak 28 November hingga 3 Desember 2017.
Ketua Dewan Kesenian Kota Pekalongan, Harsana Ragil, di Pekalongan, Rabu (29/11), mengatakan bahwa dengan mengambil tema "Keberagaman Dalam Kebersamaan" itu, pemkot bersama Dewan Kesenian memamerkan sejumlah lukisan, fotografi, dan pameran keris.
"Ada 57 lukisan, 46 foto, 32 lukisan anak, dan 86 keris dari komunitas 'Tojan Aji' berasal dari Cirebon dan Tuban, Jawa Timur," katanya.
Harsana mengatakan pada rangkaian kegiatan itu juga akan dilaksanakan lomba menggambar, lomba dayung, arak-arakan perahu hias, bedah keris Suratman ruwatan kali loji, wayang golek, dan lokakarya.
Dia menjelaskan tujuan pameran seni rupa untul melestarikan kekayaan kebudayaan Indonesia, khususnya Kota Pekalongan serta pengembangan hasil karya seni budaya yang dimiliki oleh seniman daerah.
"Pameran seni rupa ini akan memberikan ruang bagi seniman dan budayawan untuk terus berkarya dan melestarikan budaya lokal yang semakin terancam dengan masuknya budaya asing," katanya.
Wali Kota Pekalongan M. Saelany Machfudz mengatakan pameran seni rupa menunjukkan eksistensi Dewan Kesenian Kota Pekalongan yang serius terhadap seni dan budaya.
"Kami berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan dan dikembangkan agar kesenian Kota Pekalongan semakin berkembang," katanya.
Ia mengatakan Kota Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa pada bidang kesenian dan kebudayaan yang mampu dan memiliki peluang cukup besar untuk menarik wisatawan berkunjung ke daerah.
"Sebetulnya banyak kesenian dan kebudayan daerah yang dapat menarik wisatawan seperti 'event' Syawalan (lopis raksasa), sedekah laut, dan pekchun. Oleh karena, untuk mengembangkan dan melestarikan tradisi kebudayaan daerah perlu dukungan dari semua pihak," katanya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi




