Akurat Logo

Jelajahi Onrust, Pulau dengan Sejarah Kelam Penjajahan Belanda

Muhtar S. Syihabuddin | 1 November 2023, 21:15 WIB
Jelajahi Onrust, Pulau dengan Sejarah Kelam Penjajahan Belanda

AKURAT.CO - Pulau Onrust merupakan bagian dari Kepulauan Seribu yang letaknya tidak jauh dari Pulau Bidadari, Pulau Kelor, dan pulau Cipir dan masuk kedalam wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Wilayah pulau Onrust tidak terlalu besar, pulau ini hanya memiliki luas sekitar 7,5 hektar.

Namun, pulau Onrust ini memiliki banyak kisah dan rekan jejak yang panjang, sejak masa kerajaan sampai setelah era kemerdekaan Indonesia.

Pulau Onrust sempat memberikan keuntungan besar bagi belanda dalam upaya memasukkan pengaruhnya di Nusantara, terutama di wilayah barat Jawa.

Baca Juga: Sejarah Kampung Gajah, Objek Wisata Di Bandung Barat Yang Kini Berubah Jadi Tempat Uji Nyali

Pulau ini juga menjadi benteng pertahanan VOC dalam persaingan menghadapi kongsi dagang Inggris pada tahun 1618.

Di bawah pengelolaan VOC, pembangunan Pulau Onrust ditingkatkan terutama untuk menguatkan posisinya sebagai pangkalan militer sekaligus benteng Belanda yang berfungsi sebagai garda depan pertahanan sebelum musuh memasuki Jayakarta atau Batavia

Pada tahun 1800 Belanda sempat kehilangan kendali atas Onrust, kala itu Inggris berhasil mengambil alih pulau Onrust.

Baca Juga: Penglipuran Resmi Masuk Daftar Desa Wisata Terbaik Di Dunia: Berikut Keunikan Yang Dapat Kamu Temukan

Namun saat Inggris menduduki pulau tersebut hingga tahun 1816, Pulau Onrust mendapatkan kerusakan yang sangat nyata. Hampir seluruh bangunan yang ada di pulau dihancurkan.

Kemudian pada tahun 1849, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Jacob Rochussen memutuskan untuk membangun sistem pertahanan pulau yang dilengkapi meriam.

Namun pembangunan tersebut baru direalisasikan pada tahun 1850, dengan membangun Benteng Martello di Pulau Onrust, Pulau Bidadari, Pulau Kelor, dan Pulau Cipir, di Kawasan Kepulauan Seribu. 

Benteng Matello sendiri merupakan jenis benteng menara yang berkembang di Eropa pada abad ke-18 hingga ke-19 . Bangunan ini mengadaptasi gaya benteng menara yang terletak di Mortella Point, Prancis.

Dengan ciri khas yang berbentuk tabung dengan dinding yang tebal dan terbuat dari bata. Bangunan benteng ini juga terdiri dari dua hingga tiga tingkat, dan dikelilingi oleh parit, dengan atap yang dibuat datar untuk meletakkan meriam.

Memasuki abad ke-20, pulau ini beralih fungsi sebagai sanatorium TBC serta untuk tempat karantina jemaah haji.

Pada masa itu, warga Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji dengan menumpang kapal harus dikarantina terlebih dulu di Pulau Onrust sebelum berangkat ke Mekkah dan sebelum memasuki wilayah Hindia Belanda ketika pulang.

Kemudian pulau Onrust beralih fungsi menjadi penjara bagi para tahanan, termasuk mereka yang ditangkap dalam peristiwa pemberontakan Zeven Provincien pada awal tahun 1933.

Pulau tersebut juga sempat menjadi seperti penjara Alcatraz di Amerika Serikat, hingga masa pendudukan Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942.

Jelang tahun 1950, setelah pengakuan kedaulatan, dengan kondisi yang memprihatinkan, pulau ini kembali digunakan untuk merawat penderita penyakit lepra yang menular, juga sebagai tempat penampungan pengemis dan gelandangan.

Dan di tahun 1972 Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin akhirnya menetapkan Pulau Onrust sebagai pulau bersejarah. Pulau ini juga ditetapkan sebagai wilayah Taman Purbakala Kepulauan Seribu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.