Akurat Logo

Sandiaga Uno: Indonesia Serius Tangani Wabah Penyakit Berkembang Saat ini

Iqbal Rizkyka | 2 Agustus 2022, 12:55 WIB
Sandiaga Uno: Indonesia Serius Tangani Wabah Penyakit Berkembang Saat ini

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menegaskan bahwa pemerintah Indonesia serius dalam menangani berbagai wabah yang berkembang saat ini.

Mulai dari penyakit mulut dan kuku atau PMK, cacar monyet, hingga Covid-19.

Pernyataan tersebut pun sudah disampaikan kepada pemerintah negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar Indonesia, yakni Australia.

"Kita harus sampaikan ke dunia luar bahwa Indonesia sangat serius menangani ancaman-ancaman wabah dan varian-varian baru, baik penyakit Covid-19 maupun penyakit lainnya," ujar Menparekraf Sandiaga Uno, Senin (01/8/2022).

"Tidak usah khawatir berkunjung ke Indonesia, semua terkendali, aman, dan nyaman untuk berwisata," tambahnya. 

Untuk cacar monyet, Sandiaga menambahkan bahwa saat ini kewaspadaan di perbatasan, terutama di daerah Kepulauan Riau ditingkatkan untuk menjaga masuknya wabah yang telah dideteksi di Singapura ini.

Sandi juga menambahkan pemerintah sedang berkeliling terkait vaksinasi booster bagi tenaga kerja pariwisata. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, total dosis booster yang telah disuntikkan mencapai 56,1 juta dosis.

Belum lama ini, Selandia Baru dan Australia memiliki opsi untuk memperketat pembatasan biosekuriti, untuk mencegah masuknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Indonesia. 

Ini akan berdampak dengan tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia menuju Selandia Baru. Meski demikian, PMK dinilai dapat masuk ke Selandia Baru dari wisatawan Australia yang telah berwisata ke Asia Tenggara.

Pemimpin Oposisi Australia, Peter Dutton juga mendesak pemerintah Australia menutup perbatasan dengan Indonesia karena risiko penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Namun, hal ini tampaknya tidak sesuai dengan saran kesehatan dari pejabat tertinggi kedokteran hewan.

Sikap pemimpin Partai Liberal itu juga tidak sejalan dengan pandangan pelaku usaha berpotensi paling terdampakjika PMK mewabah di Australia.

Pejabat tertinggi kedokteran hewan Australia, Dr Mark Schipp, yang terus memantau kesiapan biosekuriti negara itu, menegaskan penutupan perbatasan dengan Indonesia tidaklah diperlukan.

Pelaku industri dari Federasi Petani Nasional, Dewan Industri Daging Australia,Dewan Peternak Sapi Australia, Produsen Domba Australia, Asosiasi Penggemukan Ternak Australia dan Dewan Eksportir Ternak Australia semuanya mendukung agar perbatasan dengan Indonesia tetap terbuka.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing sepanjang Juni 2022 mencapai 345.438 kunjungan. Realisasi itu melonjak 1.973,96 persen bila dibandingkan Juni 2021 yang sebanyak 16.656 kunjungan. Sementara bila dibandingkan Mei 2022 yang sebanyak 212.332 pengunjung maka naik 62,69 persen. 

"Jadi ini menunjukkan kabar baik, karena sejak April, Mei, Juni kunjungan wisman itu terus menunjukkan adanya peningkatan seiring dengan perbaikan mobilitas dan juga penanganan kesehatan di Indonesia," ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers.

Margo menyebutkan, berdasarkan asal negaranya, kebanyakan wisman yang datang ke Indonesia berasal dari Australia yakni 64.530 kunjungan atau mencakup 18,7 persen dari total kunjungan wisman di Juni 2022.

Adapun secara kumulatif, sepanjang Januari-Juni 2022 tercatat kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 743.210 kunjungan. Realiasi itu melonjak 929,66 persen dibandingkan Januari-Juni 2021 yang sebanyak 72.180 kunjungan wisman. 

"Ini tentu kabar baik, karena seperti diketahui bersama kunjungan wisman ini akan berpengaruh besar pada ekonomi Indonesia, karena hampir seluruh sektor menerima dampak dari kunjungan wisman ke Indonesia," pungkas Margo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.