Akurat Logo

Keindahan Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Indah dengan Gugusan Batuan Granit yang Menakjubkan

| 30 Januari 2022, 10:09 WIB
Keindahan Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Indah dengan Gugusan Batuan Granit yang Menakjubkan

AKURAT.CO, Pulau Belitung sebagai salah satu destinasi wisata tak ada habisnya menyuguhkan keindahan alamnya, terutama pantainya yang eksotis. Keindahan pantai di Pulau Belitung mulai dikenal oleh masyarakat luas sejak adanya film “Laskar Pelangi” yang menyuguhkan keindahan Pantai Tanjung Tinggi.

Pantai yang menawarkan pesona pasir putih dihiasi dengan batuan granit yang menjulang tinggi pastinya akan memanjakan mata wisatawan yang datang berkunjung. Tentu saja tidak hanya Pantai Tanjung Tinggi yang menghiasi tepian Pulau yang terkenal akan kekayaan timahnya itu. 

Masih banyak pantai-pantai lain yang tak kalah indah dengan pantai Tanjung Tinggi, salah satunya adalah Pantai Tanjung Kelayang.

Instagram/@duwihermant.o

Pantai Tanjung Kelayang terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Lokasinya berjarak kurang lebih 27 km dari Bandara H.A.S. Hanandjoeddin yang berada di ibu kota Kabupaten Belitung yaitu Kota Tanjung Pandan. Perjalanan dari bandara dapat ditempuh menggunakan taksi atau menyewa mobil dengan menempuh perjalan sekitar 30 menit. 

Dalam perjalanan menuju Pantai Tanjung Kela yang sejauh mata memandang disuguhkan oleh panorama yang indah dengan menyusuri jalanan di tepi laut sembari melihat pulau-pulau indah di sekitar Pulau Belitung.

Melihat pesona gugusan batuan granit

Tidak berlebihan jika Pantai Tanjung Kelayang diibaratkan sebagai sepotong surga di semenanjung utara Pulau Belitung. Hamparan pasir putih yang didukung dengan gagahnya gugusan batuan granit dengan pohon kelapa yang menjulang di pinggir pantai menjadikan pantai ini tampak menakjubkan. 

Dari rangkaian batuan granit yang ada di sepanjang pantai Tanjung Kelayang, terdapat tumpukan batu granit raksasa yang berbentuk mirip dengan kepala burung.

Instagram/@nanatasus

Kelayang sendiri merupakan sebutan dari warga sekitar untuk burung walet yang banyak berterbangan di sekitar pantai itu. Sehingga hal itulah yang menjadi asal usul nama Pantai Tanjung Kelayang itu sendiri. 

Pantai yang bersih diterpa oleh air laut yang berwarna bening kehijauan tak kalah memukau. Ombak yang tenang dan tidak terlalu besar, membuat pengunjung tak segan untuk berenang di pantai yang memiliki air begitu segar dan jernih itu.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati langsung terpaan angin laut, bisa juga menyewa perahu milik nelayan. Dengan perahu, pengunjung pun dapat mengunjungi beberapa pulau yang berada di sekitaran Pantai Tanjung Kelayang. Melihat jernihnya air dengan angina yang begitu sejuk pastinya akan menciptakan pengalaman tersendiri.

Namun jika hanya ingin bersantai, dari tepian Pantai Tanjung Kelayang pengunjung juga dapat menyaksikan Pulau Kelayang dan Pulau Batu Garuda di kejauhan. Jangan buru-buru pulang ketika hari menuju gelap, karena pesona matahari tenggelam adalah hal yang tak boleh dilewatkan di pantai ini. 

Hal ini tentunya akan semakin membuat para pelancong betah berlama-lama di Pantai Tanjung Kelayang.

Instagram/@sutisnohanny

Menikmati kuliner di tepi pantai

Pantai Tanjung Kelayang sebagai tujuan wisata sudah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai. Sudah terdapat banyak penginapan-penginapan nyaman bagi yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di pantai ini. Warung-warung dengan harga terjangkau juga bisa ditemukan di sekitar pantai.

Mengunjungi Pulau Belitung kurang lengkap jika belum mencicipi olahan hasil lautnya. Ikan-ikan segar langsung dari tangkapan nelayan menjadi kuliner yang wajib dicoba.

Instagram/@jdrlqmzen_

Bagi yang ingin berkunjung ke Pantai Tanjung Kelayang tak perlu khawatir merogoh kocek yang dalam. Tiket masuknya dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau yakni Rp8000 saja per orangnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Editor
Mukodah