Menyaksikan Hari Raya 'Kuningan' di Pura Tertua Se-Asia Tenggara

AKURAT.CO, Penduduk Indonesia memiliki beragam agama, satu di antaranya yaitu agama Hindu. Penganut agama ini di dominasi tinggal di daerah Bali, namun mereka juga tersebar di daerah-daerah lainnya.
Di Lumajang Jawa Timur misalnya, terdapat sebuah pura atau tempat peribadatan umat Hindu tertua di Asia Tenggara. Pura tersebut bernama Pura Mandhara Giri Semeru Agung, tepatnya berada di jalan Serma Dohir, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Akurat.co berkesempatan mengunjunginya pada Sabtu (11/11), kebetulan pada hari itu adalah puncak perayaan Kuningan, dimana ratusan umat dari beberapa daerah di Indonesia berkumpul di pura tersebut dengan membawa beragam makanan sebagai rasa syukurnya kepada tuhan, juga sebagai ajang bersilaturahmi ke sesama umatnya.
Astono staf humas dari pura Mandhara Giri Semeru Agung menjelaskan kepada Akurat.co, hari suci kuningan adalah rangkaian dari hari raya Galungan, yang dilaksanakan 10 hari yang lalu. Hari raya ini merupakan simbol kemenangan kebaikan melawan ketidakbaikan yang dilambangkan dengan puja, semedi, sembah Sang Hyang Widhi.
Dalam rangka perayaan Kuningan ini, tampak di area sekitar pura tersusun berjejer sebuah Penjor atau sebuah tiang bambu panjang yang menjulang tinggi, dihiasi dengan daun kelapa, padi yang bergelantungan yang berjejer di depan pintu masuk rumah-rumah di wilayahnya.
“Penjor ini adalah sebuah hangayu bagian, rasa terima kasih kepada tuhan yang maha esa, yang dilambangkan dengan pemasangan penjor-penjor di rumah masing-masing,” tutur Astono saat dijumpai Akurat.co di Pura Mandhara Giri.
Lebih lanjut, Pura Mandhara Giri ini, selain sebagai tempat beribadah umat Hindu juga dijadikan sebagai destinasi wisata bagi para traveler. Bahkan banyak turis asing yang berkunjung ke Pura tersebut.
"Wisatawan luar negeri juga banyak, ada yang dari Australia, Swiss, Jerman, bahkan China juga banyak. Mereka biasanya datang dari Bali, lalu rutenya sebelum naik ke puncak B29, datang ke pura ini dulu. Nah nanti pas turunnya baru lanjut lihat danau Ranu Pane, biasanya sih jalur destinasinya begitu," ungkap Astono. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





