UMKM Panen Berkah FORNAS VIII NTB 2025, Pusat Oleh-Oleh Diserbu Peserta
Leo Farhan | 1 Agustus 2025, 16:41 WIB

AKURAT.CO, Gelaran Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya membawa dampak positif bagi sektor olahraga dan pariwisata, tetapi juga menjadi berkah ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya pengusaha oleh-oleh.
Sejak pembukaan FORNAS VIII pada Sabtu, 26 Juli 2025, toko oleh-oleh di seputaran Kota Mataram dibanjiri pengunjung. Salah satu yang mengalami lonjakan penjualan adalah toko oleh-oleh Lestari di Jalan Adi Sucipto, Tinggar, Ampenan.
"Dampak FORNAS ini luar biasa. Toko kami tidak pernah sepi sejak hari pertama. Saya bahkan belum sempat pulang selama tiga hari terakhir," ujar Akhbar Habibie, pemilik toko, saat ditemui Kamis (31/7).
Habibie menyebut mayoritas pengunjung datang dalam rombongan besar, termasuk peserta FORNAS dari berbagai provinsi. Produk-produk lokal dari UMKM NTB seperti makanan ringan, kerajinan tangan, dan cendera mata langsung ludes diborong.
Fenomena serupa juga terjadi di NTB Mall, pusat oleh-oleh yang terletak di samping Islamic Center Mall Mataram. Kepala UPTD BP3UD NTB Mall, Lalu Afghan Muharror, menyampaikan adanya lonjakan pembeli sebesar 20–30 persen selama perhelatan FORNAS VIII.
"Setiap hari rata-rata 20 hingga 30 peserta FORNAS datang ke NTB Mall. Produk kuliner menjadi yang paling diminati," jelas Afghan.
Ia merinci produk yang paling banyak diburu antara lain dodol nangka, dodol rumput laut, keripik khas NTB, ayam taliwang, serta sate pusut kemasan. Tak hanya dari Lombok, produk asal Pulau Sumbawa seperti permen susu kerbau dan minyak Sumbawa juga mencatat penjualan tinggi.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana event nasional seperti FORNAS mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus menjadi ajang promosi kekayaan kuliner dan kerajinan khas NTB ke hadapan ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.
FORNAS VIII NTB masih akan berlangsung hingga 1 Agustus 2025, dengan venue yang tersebar di sejumlah titik di Pulau Lombok. Dampak ekonomi dari event ini pun diperkirakan terus bergulir, seiring dengan tingginya pergerakan wisatawan dan peserta dari luar daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








