Akurat Logo

East x West Combat Sports Festival Usung Persatuan, Hasil Tiket untuk Korban Bencana Aceh–Sumatera

Leo Farhan | 15 Desember 2025, 08:27 WIB
East x West Combat Sports Festival Usung Persatuan, Hasil Tiket untuk Korban Bencana Aceh–Sumatera
AKURAT.CO, East x West Combat Sports Festival siap menyajikan duel para petarung pilihan Tanah Air dengan mengusung semangat persatuan dan kepedulian sosial.
 
Lebih dari sekadar ajang olahraga, festival ini juga akan membawa misi kemanusiaan dengan mendonasikan seluruh hasil penjualan tiket untuk membantu korban bencana di wilayah Aceh–Sumatera.
 
Promotor East x West Combat Sports Festival, Kevin Valentino Rouw dari Melanesian Clan, menjelaskan ajang ini terinspirasi dari rivalitas legendaris East vs West yang telah lama hidup dalam budaya hip-hop. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam panggung olahraga tarung dengan membagi petarung berdasarkan wilayah Indonesia Timur dan Barat.
 
 
"Kami tidak ingin memisahkan, justru ingin mengangkat potensi atlet combat sports dari seluruh Indonesia. Label Timur dan Barat ini dibuat agar potensi mereka lebih fokus dan mendapat sorotan yang layak," ujar Kevin saat jumpa pers di Restoran Boca Rica, Hotel Mangkuluhur, Jakarta, Minggu (14/12).
 
Kevin menegaskan, festival ini merupakan kolaborasi Melanesian Clan dan The Faithers yang lahir dari semangat persatuan. Melalui persaingan di atas ring, East x West Combat Sports Festival ingin membangun identitas baru yang menempatkan semua atlet setara tanpa memandang latar belakang.
 
"Timur atau Barat, besar atau kecil, semuanya berdiri sejajar. Nilai utama yang kami bawa adalah respect," kata Kevin.
 
Duel utama festival ini akan mempertemukan rival lama Yunus Martin Wamaer dan Bokir Sasmita. Selain itu, masing-masing kubu telah menyiapkan deretan petarung terbaik. Tim East diperkuat Ardi Lumihi, Rio Ludji, Axel Rahakratat, Brayen, Pazzcal Tanoy, Ahmad Sopiyan, Hendrikus, Stevi, dan ZB.
 
 
Sementara tim West mengandalkan Riyanto, Barqy Priambodo, Kong Paul, Suryadi Tambunan, Dennis Abdurrachim, Fajar Arlions, Rendy Singgih, Endi Junior, dan Amalina.
 
Salah satu momen bersejarah dalam festival ini adalah perebutan sabuk kick boxing perempuan pertama KBI Pro yang mempertemukan ZB dan Amalina. Kevin menyebut duel tersebut sebagai tonggak penting bagi keterlibatan atlet perempuan di level tertinggi combat sports nasional.
 
"Ini momentum besar yang menunjukkan ruang bagi atlet perempuan semakin terbuka dan setara," ucapnya.
 
Perwakilan The Faithers, Zidan Khadafi, menegaskan komitmen pihaknya mendukung perkembangan combat sports di Indonesia melalui publikasi dan eksposur media. Menurutnya, perhatian publik menjadi faktor penting dalam memacu motivasi dan prestasi atlet.
 
East x West Combat Sports Festival menegaskan bahwa olahraga tarung bukan semata soal adu kekuatan, tetapi juga wadah persatuan dan solidaritas. Dengan seluruh hasil penjualan tiket yang disalurkan untuk korban bencana Aceh–Sumatera, ajang ini diharapkan menjadi simbol respect dan kepedulian dalam satu panggung.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H