Akurat Logo

Sarat Pesan Moral, Film 'Yang Disebut Nakal' Angkat Realita Program Pembinaan Remaja ke Layar Lebar

Nuzulul Karamah | 22 Oktober 2026, 16:10 WIB
Sarat Pesan Moral, Film 'Yang Disebut Nakal' Angkat Realita Program Pembinaan Remaja ke Layar Lebar
Perkenalan pemain film Yang Disebut Nakal di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu (21/10/2026). - Nuzulul Karamah

AKURAT.CO Jagat perfilman Tanah Air kembali bersiap menyuguhkan sajian yang sarat pesan emosional sekaligus menghibur lewat film terbaru berjudul ‘Yang Disebut Nakal.'

Mengusung genre drama komedi keluarga, film produksi DLK Pictures dan INHYPE Pictures ini mengangkat stigma sosial tentang anak-anak muda yang kerap mendapat cap atau label negatif dari lingkungan sekitarnya.

​Di bawah arahan sutradara kenamaan Benni Setiawan, film ini mencoba membongkar sudut pandang masyarakat terhadap istilah "anak nakal."

Film ini menegaskan bahwa mereka yang kerap dianggap bermasalah sebenarnya belum tentu berniat buruk, melainkan sedang berjuang menghadapi badai dan persoalan hidup yang jarang dipahami oleh orang-orang dewasa di sekeliling mereka.

Baca Juga: Remaja Penganut Supermasi Kulit Putih Rencanakan Penembakan Massal di Kuil Hindu Chicago

​Latar cerita film ini berfokus pada sekelompok remaja dari beragam latar belakang yang diwajibkan mengikuti program pembinaan selama 21 hari di sebuah kawasan terpencil.

Di tempat yang jauh dari zona nyaman dan kebiasaan lama tersebut, para remaja dituntut menimba ilmu tentang kedisiplinan, rasa tanggung jawab, arti persahabatan, momen kehilangan, hingga dinamika konflik keluarga yang selama ini terpendam.

​Sederet aktor papan atas dan komedian lintas generasi ditunjuk untuk memperkuat jajaran pemeran, mulai dari Donny Damara, Aming, hingga Boris Bokir.

Sementara itu, jajaran talenta muda yang turut unjuk gigi antara lain El Putra Sarira, Fatih Unru, Giulio Parengkuan, Jeremie Moeremans, Andrew Baret, Richard Derick, dan Rafi Sanjaya.

​Aktor kenamaan Aming mengungkapkan bahwa substansi dari program pembinaan dalam film ini berupaya memberikan arah serta merangkul para remaja untuk memahami esensi hubungan antarmanusia.

​“Sebenarnya spiritnya diambil dari pembinaan anak-anak yang kita sepakat nakal itu cuma masalah persepsi. Jadi spiritnya diambil dari tempat-tempat yang memang udah ada sebelumnya untuk membina anak-anak, supaya anak-anak mendapat pengarahan yang lebih baik saja,” ujar Aming saat jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Kisah Cinta Beda Alam dan Agama Berbalut Komedi, Film PIYE TO KIH? Hadir November

​Aming menekankan pentingnya kehadiran sosok pembina dalam membimbing serta membantu remaja menemukan jati diri mereka.

​“Nah, tugas para pelatih atau pembina ini ya itu, untuk mengarahkan bahwasanya mereka bukan anak-anak nakal, cuma mereka butuh diarahkan, butuh bimbingan,” lanjutnya.

​Pada kesempatan yang sama, Boris Bokir membeberkan fakta menarik di balik latar tempat program pembinaan yang diangkat ke layar lebar tersebut. Ia menyebutkan bahwa tempat pembinaan semacam itu benar-benar ada di dunia nyata dan kerap dimanfaatkan oleh sektor korporat.

​“Dan fun fact-nya, tempat ini tuh atau jenis tempat ini tuh ada. Di dunia nyata ada. Sering dipakai oleh perusahaan ketika menerima calon karyawan baru, mereka diberikan pelatihan, pembinaan singkat, dan memang ada. Nah, kebetulan di momen ini, yang datang adalah siswa-siswa,” kata Boris.

​Di sisi lain, aktor muda Fatih Unru menuturkan pandangannya mengenai akar permasalahan mengapa seorang remaja bisa mendapatkan label nakal.

Menurut Fatih, perilaku membangkang seorang anak umumnya merupakan pemantulan dari situasi dan kebutuhan emosional yang tak terpenuhi di dalam rumah.

​“Maksudnya nakal itu spektrumnya banyak sekali dan saya rasa semua itu ada kemungkinan dan kecenderungannya sangat besar itu adalah proyeksi dari apa yang dia dapat di rumah. Di rumah seperti apa, apa yang dia tidak dapatkan, dia akan cari di tempat lain,” tutur Fatih.

​Diproduseri oleh Diana Limbong bersama Ryan Prasetyo sebagai eksekutif produser, proses pengambilan gambar ‘Yang Disebut Nakal’ dijadwalkan berlangsung selama 23 hari dengan mengambil lokasi di Purwakarta.

Film drama keluarga yang penuh kehangatan ini diproyeksikan bakal tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia pada tahun 2027 mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.