Daftar Label dan Musisi yang Tarik Lagunya dari Spotify karena Boikot, Siapa Saja?

AKURAT.CO Beberapa musisi dan label musik telah memutuskan untuk menarik lagu-lagu mereka dari platform streaming Spotify sebagai bentuk protes terhadap model bisnis dan sistem pembagian royalti yang dianggap tidak adil.
Gerakan boikot ini melibatkan nama-nama besar dari berbagai genre, menunjukkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan industri musik.
Mereka menyuarakan keprihatinan atas rendahnya pendapatan yang diterima dari streaming, memicu diskusi tentang keberlanjutan karir musisi di era digital.
Musisi yang Terlibat dalam Boikot Spotify
Sejumlah musisi dan label telah secara terbuka mengumumkan penarikan karya mereka dari Spotify sebagai bagian dari gerakan boikot ini.
1. Deerhoof
Band avant-garde Deerhoof termasuk di antara para musisi yang memboikot Spotify. Salah satu pendiri band, Greg Saunier, dikenal vokal dalam menyerukan boikot ini.
2. King Gizzard & The Lizard Wizard
Grup musik King Gizzard & The Lizard Wizard juga turut serta dalam daftar musisi yang memboikot Spotify.
3. Leah Senior
Leah Senior adalah salah satu musisi yang mengambil bagian dalam gerakan boikot Spotify.
4. David Bridie
Musisi David Bridie juga bergabung dalam boikot sebagai bentuk protes terhadap model bisnis Spotify.
5. Skee Mask
Skee Mask adalah nama lain yang masuk dalam daftar musisi yang memboikot platform streaming tersebut.
6. Xiu Xiu
Band avant-garde Xiu Xiu juga termasuk di antara musisi yang menarik lagu-lagu mereka dari Spotify.
Label Musik yang Mendukung Boikot
Tidak hanya musisi individu, beberapa label musik juga menyatakan dukungan dan partisipasi mereka dalam boikot ini.
Kalahari Oyster Cult
Label elektronik asal Amsterdam, Kalahari Oyster Cult, adalah salah satu label yang mengambil bagian dalam gerakan boikot Spotify.
Alasan di Balik Boikot
Boikot ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap sistem pembagian royalti Spotify yang dianggap merugikan musisi dan label.
Banyak pihak merasa bahwa model bisnis Spotify tidak memberikan kompensasi yang adil kepada para pencipta musik, terutama artis-artis independen dan kecil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









