Musikal Legenda Sukabumi 'Tunggulah Aku di Gunung Parang' Memukau Penonton di Galeri Indonesia Kaya

AKURAT.CO Musikal Tunggulah Aku di Gunung Parang (TADGP) untuk pertama kalinya tampil di panggung prestisius Galeri Indonesia Kaya, menyuguhkan kisah cinta tragis penuh nuansa budaya dari tanah Sunda.
Karya garapan Den Aslam ini diproduksi oleh Ngajagi Kreasi Nusantara dan berhasil memikat penonton lewat penggabungan elemen musik, tari, dan teater dalam satu pertunjukan yang puitis dan modern.
TADGP mengangkat legenda Gunung Parang di Sukabumi, Jawa Barat—kisah pilu Nyi Pudak Arum dan Wangsa Suta yang terjadi setelah keruntuhan Kerajaan Pajajaran di abad ke-16.
Disutradarai secara apik dengan iringan musik karya Jamil Hasyani dan koreografi oleh Gaya Gita Studio, musikal ini menampilkan para aktor muda berbakat yang menyuguhkan performa energik dan emosional.
“TADGP adalah upaya kami untuk menghidupkan kembali warisan budaya lokal melalui media pertunjukan musikal. Kisah-kisah seperti ini perlu diangkat kembali agar generasi muda bisa lebih mengenal dan mencintai identitas bangsa,” ujar Den Aslam, penulis sekaligus sutradara TADGP, Senin (19/5/2025).
Tak hanya menyajikan kisah sejarah, TADGP juga menampilkan narasi lintas waktu dengan menyisipkan karakter Nyai Kartini dan anaknya Arum dari abad ke-19.
Tokoh Arum dihadirkan sebagai simbol perlawanan nilai-nilai lokal terhadap dominasi budaya kolonial, memperkaya perspektif pementasan.
Pertunjukan ini disambut hangat oleh berbagai kalangan, mulai dari seniman, budayawan, pegiat teater, hingga tokoh politik.
Penonton dimanjakan dengan lagu-lagu yang memadukan unsur musik tradisional Sunda dengan sentuhan kontemporer, serta kostum etnik-modern yang memperkuat nuansa budaya Nusantara.
Didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI serta berkolaborasi dengan Teaterindo dan Arsikarta Foundation, produser Rio Kamase menyatakan harapannya agar TADGP bisa membuka jalan bagi berkembangnya industri seni pertunjukan di daerah-daerah.
“Ini bukan hanya soal pertunjukan, tapi tentang membangun ekosistem kreatif dari daerah. Kami siap membawa TADGP ke lebih banyak kota di Indonesia,” pungkas Rio.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi





