Sinopsis Film The Eight Hundred, Mengangkat Kisah Pertempuran Shanghai untuk Mengingat Perjuangan Pahlawan!

AKURAT.CO Sinopsis film The Eight Hundred akan menceritakan tentang film aksi perang Cina yang dirilis pada tahun 2020 lalu.
Film The Eight Hundred disutradarai oleh Guan Hu, mengisahkan peristiwa nyata yang terjadi selama Pertempuran Shanghai pada tahun 1937 silam.
Pertempuran Shanhai dalam film The Eight Hundred akan menampilkan peristiwa masa invasi Jepang ke Tiongkok dengan alur yang menegangkan.
Film ini dikenal karena skala produksinya yang besar dan penggunaan efek visual yang mengesankan, sehingga bisa kamu saksikan ulang di Bioskop Trans TV.
Baca Juga: Sinopsis Film Jarhead, Kisah Seorang Marinir Bertahan Hidup dalam Perang Teluk
The Eight Hundred telah menerima banyak pujian untuk produksi yang spektakuler, sinematografi yang memukau, dan penggambaran pertempuran yang realistis.
Film ini menjadi film terlaris di dunia pada tahun 2020, terlepas dari adanya pandemi COVID-19 yang mempengaruhi industri film global.
Mengutip berbagai sumber, Kamis (15/8/2024), berikut sinopsis lengkap film The Eight Hundred yang wajib kamu saksikan ulang di Bioskop Trans TV
Sinopsis Film The Eight Hundred
Sinopsis film The Eight Hundred berlatar belakang tahun 1937 silam, ketika Jepang dan Tiongkok terlibat dalam peperangan yang berlangsung lama.
Baca Juga: Sinopsis Pachinko 2, Drama Korea Terbaru Lee Min Ho yang Tayang 23 Agustus
Tentara Kekaisaran Jepang saat itu melakukan penyerbuan ke Shanghai, yang juga dikenal sebagai Pertempuran Shanghai.
Tiongkok menahan Jepang selama lebih dari tiga bulan. Pada empat hari terakhir menjelang selesainya pertempuran di pertahanan gudang Sihang, Tiongkok hanya memiliki 800 tentara di Shanghai.
Wilayah itu berada di seberang markas Tentara Pembebasan, yang menjadikannya satu-satunya tempat yang aman bagi pengungsi dari serangan pasukan Jepang.
Suatu hari, tentara Jepang tiba di dekat lokasi tersebut dan menginvasi wilayah sekitarnya. Tentara Jepang juga mengepung tempat di mana gudang Tentara Pembebasan Tiongkok berada.
Jumlah tentara Jepang masih jauh lebih banyak melampaui tentara Tiongkok dan persenjataan Jepang jauh lebih canggih.
Hal tersebut yang membuat pertempuran terlihat menegangkan. Namun, tentara Tiongkok tidak mau menyerah, mereka ingin berjuang agar negara mereka tetap berdiri.
Untuk mencegah serangan Jepang, tentara Tiongkok dengan terpaksan menyusun rencana menjatuhkan diri sendiri dengan granat yang melekat pada tubuhnya.
Upaya tersebut telah memberikan bantuan makanan kepada para tentara di gudang, namun tak berlangsung lama karena pembantaian brutal terjadi ketika para tentara berlindung satu sama lain
Situasi yang menegangkan membuat salah satu seorang sukarelawan, dan beberapa orang lain nekat untuk melarikan diri dari gudang secara rahasia. '
Gudang Sihang di Shanghai, China, sekarang digunakan sebagai museum untuk menghormati dan mengenang kesetiaan, serta semangat para pahlawan dalam pertempuran.
Itulah sinopsis lengkap film The Eight Hundred yang bisa kamu tonton ulang keseruan dan ketegangan dari pertempuran Shanghai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa







