Akurat Logo

Setelah 7 Tahun, Band Ungu Rilis Album Baru untuk Obati Kerinduan Penggemar

L Ng Mbuhang | 3 September 2022, 16:35 WIB
Setelah 7 Tahun, Band Ungu Rilis Album Baru untuk Obati Kerinduan Penggemar

AKURAT.CO, Ungu mempersembahkan album terbaru di tahun ini, setelah tujuh tahun berlalu sejak perilisan album Mosaik (2015). Band beranggotakan Pasha, Enda, Oncy, Makki dan Rowman ini merilis self-titled album yang berisikan 11 lagu.

Beberapa lagu di album ini sudah rilis terlebih dahulu, yakni Bismillah Cinta featuring Lesti Kejora, Setelah Kau Pergi, Mengharapkanmu, dan Andai Ku Tahu / Laa Illaha Ilallah yang berduet dengan Rhoma Irama.

Enda mengatakan pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir membuat band-nya menunda untuk melakukan proses kreatif. Kini, setelah kondisi mulai kondusif mereka mantap kembali dengan merilis album baru.

“Sebenarnya, proses rekamannya lumayan cepat, tidak sampai sebulan sudah rampung. Hanya saja, kami mengalami kendala dalam urusan waktu,” ujar Enda dalam keterangannya dikutip Sabtu (03/09).

Lagu Dasar Hati dipilih sebagai single ke-4 album self-titled mereka. Lagu ini diciptakan oleh sang vokalis, Pasha dan dipilih karena sangat kuat dalam merepresentasikan musik Ungu selama ini.

View this post on Instagram

A post shared by UNGU (@ungu_band)

Tidak hanya Pasha, anggota band lainnya seperti Enda dan Oncy turut menyumbangkan suaranya di Dasar Hati. Lagu ini sendiri bercerita tentang rasa sakit seseorang yang telah memberikan segalanya pada sang pujaan hati. Hanya saja, masih dirasa kurang cukup.

Kembali merilis album membuat personel Ungu merasa bersyukur dan bahagia. Sebab di usia yang tidak lagi muda, mereka masih bisa berkarya bersama. Enda menuturkan merilis sebuah album menjadi sesuatu yang prestise bagi mereka.

Lebih lanjut, Pasha mengatakan band-nya ini sudah melewati banyak fase dan cerita. Ungu juga tidak pernah ditinggalkan oleh Cliquers, fansnya.

“Lalu, ada beberapa lagu religi di album ini karena kami tidak hanya dikenal sebagai band pop saja, tapi juga band religi dan ini adalah kesimpulan dari jati diri Ungu. Jadi, album terbaru kami ini menjelaskan itu semua, yakni kerinduan, kesabaran, dan kekuatan,” jelas Pasha.

“Kami sudah rindu berat dengan industri ini. Kami rindu tampil di panggung, kami rindu pada Cliquers, dan kami rindu merilis karya. Ada sesuatu yang berbeda dan misterius di album ini. Saya merasa seperti kembali ke era kami merilis album Demi Waktu. Kami optimis album ini akan mendapat tempat di hati masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Dwi Santoso, Head A&R (Music Production & Talent Scouting) Trinity Optima Production menjelaskan album self-titled ini dikonsepkan untuk mengobati kerinduan penggemar Ungu. Ia juga menjelaskan pemilihan judul album.

“Kenapa self-titled, karena Ungu sudah menjadi sebuah entitas yang besar di industri musik, bak sebuah brand. Rekam jejak Ungu dari mulai prestasi dan jumlah hits mereka tak terhitung, yang mana hal itu membuat Ungu menjadi salah satu legenda dari sejarah permusikan Indonesia. Mereka juga menjadi tonggak terkait perilisan lagu-lagu religi yang dilakukan sebuah band,” jelas Dwi Santoso.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.