Sutradarai PPT Jilid 15, Deddy Mizwar Ungkap Alasan Tak Pilih Pemain Lama

AKURAT.CO, Deddy Mizwar kembali menjadi sutradara dalam sinetron religi Para Pencari Tuhan yang biasa menghiasi saat Bulan Ramadhan tiba.Tidak hanya menjadi sutradara, Deddy Mizwar juga bermain peran dalam sinetron yang sudah masuk dalam jiilid 15 itu.
Namun pada jilid 15 ini, pemain-pemain lama yang sempat mengisi dalam PPT sebelumnya sudah tidak lagi bermain. Deddy Mizwar selaku sutradara memiliki alasan tersendiri mengapa tidak memanggil pemeran pada jilid sebelumnya.
"Ada sebuah opini, kenapa enggak kembalikan pemain lama. Saya berpikir, kalau itu dipaksa masuk juga, saya akan terjebak pada cerita yang bertele-tele dan mengada-ada,” ujar Deddy Mizwar pada saat konferensi pers secara virtual, Rabu (31/3).
Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut para pemain pada jilid sebelumnya sudah menghabiskan ceritanya sehingga tidak bisa lagi bergabung dalam jilid 15.
"Mereka kan sudah habis ceritanya, kita tidak mungkin bisa ulangi terus,” tuturnya.
Pada PPT Jilid 15 ini, Pria 67 tahun tersebut memilih tema dengan mengambil kisah mengenai orangtua dan bagaimana mempersiapkan diri menghadapi kematian.
“Kita mengubah tema. Fokusnya ke orangtua. Ujungnya adalah bagaimana menghadapi kematian dengan khusnul khotimah. Orang tua di PPT ini ada berbagai macam latar belakang. Ada yang kaya, miskin, dan ada yang baru keluar dari penjara,” ucapnya.
“Sinetron ini berkutat pada proses bagaimana mereka mendekati Tuhan agar menyiapkan kematian, mengisi rohaninya agar bisa menjemput khusnul khotimah,” sambungnya.
Deddy Mizwar mengungkap pemilihan tema memang harus dilakukan agar para penggemar dan penonton yang menyaksikan PPT tidak merasa bosan dengan jalan cerita dalam sinetron tersebut.
"Para Pencari Tuhan ini masuk jilid 15. Kalau tidak ada sesuatu yang baru, pemirsa akan bosan. Harus muncul ide baru, tema baru agar bisa segar. Sesuatu baru apa yang bisa diberi kepada pemirsa,” ungkapnya.
Sinetron PPT sendiri mengisahkan mengenai kelanjutan dari kisah Bang Jack, Pak Jalal, dan masyarakat yang lainnya yang berusaha untuk membuat desanya menjadi lebih baik.
Kali ini, Bang Jack muncul dengan sebuah ide yang menarik yang ditawarkan kepada Pak Jalal yang berperan menjadi seorang ustadz.Bang Jack mendiskusikan pembangunan sebuah pondok pesantren yang akan dinamai dengan Shiratal Mustaqim dan dipimpin oleh Ustadz Suki.
Untuk mempermudah tugasnya, Ustadz Suki dibantu oleh seorang asisten yang mampu memunculkan rasa humor dari dalam diri sang ustadz.
Walaupun begitu, tampaknya pondok pesantren tersebut dipenuhi dengan berbagai konflik yang datang dari para santrinya.
Sinetron ini bisa disaksikan dan tayang di Chanel Televisi SCTV.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi



