Sinopsis Film Countdown, Kisah Horor Ramalan Kematian Seseorang dari Aplikasi Misterius Menjadi Kenyataan!

AKURAT.CO Countdown merupakan sebuah film horor asal Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2019 silam.
Kali ini, film Countdown kembali tayang ulang di Bioskop Trans TV dengan disutradarai oleh Justin Dec.
Film Countdown sendiri akan mengisahkan tentang sebuah aplikasi ponsel yang mengklaim bisa memprediksi waktu kematian penggunanya dengan akurasi.
Tentu saja hal tersebut menjadi kengerian yang akan dirasakan juga oleh penonton dengan alur cerita yang menakutkan.
Baca Juga: Sinopsis Film Troy, Kisah Perang Paling Terkenal dalam Sejarah!
Walaupun menerima ulasan campuran, film Countdown cukup menarik bagi para penggemar horor yang menyukai konsep "time-based horror" dengan sentuhan teknologi.
Mengutip berbagai sumber, Kamis (22/8/2024), berikut sinopsis film Countdown yang bisa kamu saksikan ulang di Bioskop Trans TV malam ini pukul 23.00 WIB.
Sinopsis Film Countdown
Film Countdown menceritakan tentang sekelompok anak muda yang menemukan sebuah aplikasi misterius dan mencurigakan.
Saat mereka sedang berpesta bersama, munculan aplikasi baru bernama Countdown yang langsung membuat banyak orang heboh dan penasaran.
Aplikasi ini memiliki tagline yang menakutkan yaitu "Jika kamu bisa tahu kapan kamu akan mati, apakah kamu ingin mengetahuinya?"
Awalnya, mereka menganggapnya hanya sebagai lelucon dan karena tagline berlebihan yang digunakan untuk sebuah aplikasi.
Namun karena muncul rasa penasaran, akhirnya mereka mengunduh aplikasi tersebut tanpa memeriksa syarat dan ketentuan terlebih dahulu.
Setelah aplikasi berhasil diunduh, tiba-tiba sjaa aplikasi tersebut mulai menunjukkan sebuah angka uang menunjukkan sisa umur setiap penggunanya.
Beberapa dari mereka memiliki sisa umur yang cukup lama, seperti 63 tahun, 32 tahun, dan 22 tahun. Namun berbeda dengan Courtney yang hanya memiliki sisa waktu sekitar 3 jam lagi.
Karena mendapat ramalan waktu hidup yang paling singkat, teman-temannya memutuskan untuk memberikan tantangan kepada Courtney.
Courtney ditantang untuk meminum alkohol dari semua gelas milik teman-temannya sebagai hukuman yang paling tidak beruntung.
Melihat hal tersebut, membuat Evan, pacar Courtney, merasa tidak tega karena kekasihnya harus minum sebanyak itu.
Baca Juga: Sinopsis Pachinko 2, Drama Korea Terbaru Lee Min Ho yang Tayang 23 Agustus
Akhirnya, Evan menawarkan diri untuk minum menggantikan Courtney, agar kekasihnya tidak perlu tersiksa lagi.
Setelah pesta berakhir, Courtney memutuskan untuk tidak pulang bersama kekasihnya, Evan, karena khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi.
Pasalnya, Evan sedang dalam keadaan mabuk berat, sehingga ia memilih pulang dengan berjalan kaki saja.
Ketika Courtney turun dari mobil dan ingin berjalan kaki, tiba-tiba saja masik sebuah notifikasi dari aplikasi Countdown.
Baca Juga: Sinopsis Film Koala Kumal Tayang Ulang di Bioskop Trans TV, Adaptasi Novel Favorit Raditya Dika!
Notifikasi itu menyatakan bahwa Courtney telah melanggar kesepakatan pengguna yang sudah ditetapkan dari awal sebelum pengunduhan.
Courtney bingung dengan notifikasi tersebut, karena saat mengunduh aplikasi, ia tidak membaca syarat dan ketentuannya.
Meskipun terasa aneh, namun Courtney tidak terlalu memikirkannya dan memilih untuk melanjutkan perjalanan pulang.
Di perjalanan pulang, Courtney mulai merasa ada sosok misterius berjubah hitam yang membuatnya panik dan dia langsung mempercepat langkah untuk sampai ke rumah dengan aman.
Sesampainya di rumah, teror dari aplikasi Countdown semakin menjadi dengan ponselnya bergetar keras disertai suara jeritan wanita yang menakutkan.
Ketika Courtney mencoba menenangkan diri dengan meminum air dari keran kamar mandi, tiba-tiba tubuhnya melayang ke udara dan terhempas keras ke bathtub yang akhirnya tewas seketika.
Di sisi lain, ternyata Evan juga mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah, sehingga dia harus dibawa ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, kondisi Evan cukup serius, dengan tulang belakang yang patah dan memerlukan operasi segera.
Namun, Evan menolak menjalani operasi, karena sadar akan waktu kematiannya dalam aplikasi bertepatan dengan waktu operasi yang dijadwalkan.
Merasa tak aman, akhirnya Evan menjelaskan alasannya kepada seorang perawat muda bernama Quinn Harris mengenai aplikasi Countdown yang menunjukkan kapan seseorang akan mati, termasuk dirinya.
Baca Juga: Sinopsis Film Jarhead, Kisah Seorang Marinir Bertahan Hidup dalam Perang Teluk
Awalnya, Quinn tidak percaya dengan cerita Evan tentang aplikasi Countdown. Namun, keraguannya hilang ketika Evan meninggal tepat sesuai waktu yang ditentukan oleh aplikasi.
Atas dasar rasa penasaran, Quinn bersama beberapa petugas medis lainnya memutuskan untuk mengunduh aplikasi Countdown untuk memastikan kebenarannya.
Setelah berhasil mengunduh, Quinn dikejutkan oleh hasilnya yang menunjukkan bahwa sisa usianya hanya tinggal 2 hari 22 jam lagi.
Apakah Quinn akan bernasib sama dengan Evan dan pengguna Countdown yang lain? Atau justru selamat dari ramalan kematian tersebut?
Jangan lupa untuk saksikan keseruan dan kengerian film Countdown yang akan membuat penonton merasa tegang akan ramalan kematian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







