AKURAT.CO Film dokumenter menjadi media yang kuat dalam menyampaikan cerita-cerita nyata kepada penontonnya. Salah satu genre yang sering kali menggugah emosi dan membuat penonton merenung adalah film dokumenter yang membahas kasus pembunuhan. Berikut ini beberapa rekomendasikan film dokumenter yang menceritakan berbagai kasus pembunuhan yang menarik untuk ditonton. Film-film ini mengungkapkan kejujuran, ketidakadilan, dan kompleksitas dalam sistem hukum serta masyarakat.
1. Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso (2023)
Kasus pembunuhan yang dilakukan Jessica Wongso terjadi 6 Januari 2016. Dalam persidangan, ia terbukti telah melakukan pembunuhan atas kawannya Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier yang berada di Mall Grand Indonesia, Jakarta. Sebelum vonis, dalam pertimbangan majelis hakim, Jessica dianggap telah melakukan perencanaan pembunuhan secara matang, perbuatan sangat sadis karena menyiksa terlebih dahulu sebelum meninggal, keterangan berbelit-belit, dan tidak mengakui perbuatannya. Hingga, Jessica divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Di tingkat Mahkamah Agung, permohonan kasasi Jessica ditolak. Artidjo Alkostar yang kini telah pensiun adalah ketua majelis yang menangani perkara kasasi tersebut.
Film dokumenter ini mewawancarai sejumlah pihak, seperti Edi dan Sandy Salihin yang merupakan ayah dan kembaran dari Mirna. Pengacara Jessica, wartawan yang meliput, hingga staf yang bekerja di Kafe Olivier juga turut diwawancarai. Selain itu, dokumenter ini juga turut menayangkan wawancara eksklusif dengan Jessica Kumala Wongso terkait kasus yang menjeratnya itu.
Film dokumenter ini mewawancarai sejumlah pihak, seperti Edi dan Sandy Salihin yang merupakan ayah dan kembaran dari Mirna. Pengacara Jessica, wartawan yang meliput, hingga staf yang bekerja di Kafe Olivier juga turut diwawancarai. Selain itu, dokumenter ini juga turut menayangkan wawancara eksklusif dengan Jessica Kumala Wongso terkait kasus yang menjeratnya itu.
Baca Juga: 7 Fakta Film Dokumenter Ice Cold Murder, Coffee And Jessica Wongso
2. Indian Predator: The Butcher of Delhi (2022)
2. Indian Predator: The Butcher of Delhi (2022)
Indian Predator: The Butcher of Delhi mengungkapkan kiprah seorang pria India bernama Candrakant Jha, pembunuh yang dijuluki polisi India sebagai 'CC Killer'. Jha kerap menargetkan orang-orang kurang mampu sebagai korban. Hingga pada 2006, Jha menaruh hasil mutilasi korbannya di depan Penjara Tihar, India. Setelah itu, Jha ditangkap dan terbukti membunuh tiga orang korban, walau kenyataannya ia dituduh membunuh tujuh orang. Namun, Jha malah mengklaim telah membunuh 44 orang, yang mana jika terbukti, jumlah korban itu akan membuatnya menjadi pembunuh berantai paling berbahaya. Indian Predator: The Butcher of Delhi telah tayang sejak 20 Juli 2022 di Netflix.
3. The Raincoat Killer: Chasing a Predator in Korea (2021)
The Raincoat Killer: Chasing a Predator in Korea yang tayang di Netflix ini menceritakan aksi mengerikan yang dilakukan pembunuh berantai bernama Yoo Young-chul. Sekitar bulan September 2003 dan Juli 2004, Yoo menghabisi nyawa satu keluarga, termasuk orang tua, anak-anak dan wanita. Setelah membunuh korbannya, Yoo segera melakukan proses mutilasi, sehingga tindakannya membuat seluruh Seoul ketakutan. Serial dokumenter ini mengungkapkan kisah Yoo ditangkap, pelariannya yang singkat hingga ia segera kembali ditangkap. Menurut catatan kepolisian Korea Selatan, Yoo telah membunuh 33 orang, namun ia sendiri mengaku membunuh 26 orang. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati setelah terbukti membunuh 20 korban.
4. Don't F**k with Cats: Hunting an Internet Killer (2019)
Serial dokumenter yang tayang di aplikasi streaming Netflix ini mengungkap sebuah kejahatan seorang bintang film porno asal Kanada bernama Luka Magnotta. Bermotif investigasi amatir melalui arahan sutradara Mark Lewis, tayangan ini mengungkap bagaimana Magnotta kerap melakukan aksi kejam dan pembunuhan terhadap binatang, sebelum aksi pembunuhannya terhadap seorang pelajar asal China bernama Jun Lin.
5. Ted Bundy: Falling for a Killer (2020)
Serial dokumenter ini merupakan tayangan kesekian yang mengungkap sosok pembunuh berantai terkenal bernama Ted Bundy. Lahir pada 1946, Theodore Robert Bundy adalah seorang pembunuh berantai Amerika yang membunuh, menculik dan memperkosa beberapa wanita muda pada tahun 1970-an. Bundy menyangkal kejahatannya selama lebih dari satu dekade sebelum dia mengaku melakukan 30 pembunuhan selama beberapa tahun di awal tahun 70-an.
Serial dokumenter Ted Bundy: Falling for a Killer mengungkap perspektif unik tentang kiprah jahat Bundy dari mantan-mantan kekasih dan anak perempuannya. Serial ini akan menunjukkan bagaimana manipulatifnya sosok Bundy dan kebenciannya terhadap perempuan mendorongnya untuk melakukan perbuatan keji tersebut.
Serial dokumenter ini merupakan tayangan kesekian yang mengungkap sosok pembunuh berantai terkenal bernama Ted Bundy. Lahir pada 1946, Theodore Robert Bundy adalah seorang pembunuh berantai Amerika yang membunuh, menculik dan memperkosa beberapa wanita muda pada tahun 1970-an. Bundy menyangkal kejahatannya selama lebih dari satu dekade sebelum dia mengaku melakukan 30 pembunuhan selama beberapa tahun di awal tahun 70-an.
Serial dokumenter Ted Bundy: Falling for a Killer mengungkap perspektif unik tentang kiprah jahat Bundy dari mantan-mantan kekasih dan anak perempuannya. Serial ini akan menunjukkan bagaimana manipulatifnya sosok Bundy dan kebenciannya terhadap perempuan mendorongnya untuk melakukan perbuatan keji tersebut.
6. Murderous Minds: Inside Serial Killers Bonnie and Clyde (2018)
Bertentangan dengan kisah romantis mereka, Bonnie dan Clyde adalah pembunuh berdarah dingin di awal era 1930-an yang tak segan untuk menumpas nyawa siapa saja yang menghalangi mereka. Clyde memulai kehidupan kriminal sejak dini, tapi penyerangan dan pemerkosaan yang ia alami saat di penjara memperburuk perilaku kriminalnya. Serial dokumenter Murderous Minds mengungkap awal mula mereka berdua sebagai perampok bank yang dimulai sejak usia 20-an. Sebelum ditembak mati pada 1934, kedua pasangan ini dilaporkan telah membunuh sembilan polisi dan empat warga sipil.
7. Senyap (2014)
Senyap menceritakan kisah sebaliknya dari salah satu film dokumenter Jagal yang membahas tentang pembunuhan anti-PKI. Sama-sama membahas cerita yang sensitif, film ini juga tidak diperbolehkan tayang di Indonesia. Berjudul internasional Silence (The Lock of Silence), film Senyap menyajikan kisah salah satu korban bernama Adi, yang merupakan penyintas dan keluarganya dituduh sebagai anggota PKI.
Film garapan Joshua Oppenheimer ini diputar pertama kali pada 10 Desember 2014, yang bertepatan dengan Hari HAM Sedunia. Menariknya, film Senyap masuk dalam nominasi Oscar pada 2016.
Senyap menceritakan kisah sebaliknya dari salah satu film dokumenter Jagal yang membahas tentang pembunuhan anti-PKI. Sama-sama membahas cerita yang sensitif, film ini juga tidak diperbolehkan tayang di Indonesia. Berjudul internasional Silence (The Lock of Silence), film Senyap menyajikan kisah salah satu korban bernama Adi, yang merupakan penyintas dan keluarganya dituduh sebagai anggota PKI.
Film garapan Joshua Oppenheimer ini diputar pertama kali pada 10 Desember 2014, yang bertepatan dengan Hari HAM Sedunia. Menariknya, film Senyap masuk dalam nominasi Oscar pada 2016.
8. Jagal (2012)
Film yang juga garapan sutradara asal Amerika Serikat, Joshua Oppenheimer ini memiliki alur cerita yang sensitif, mengingat latar kejadiannya adalah saat pemberontakan PKI. Secara singkat, Jagal atau The Act of Killing mengisahkan pelaku pembunuhan anti-PKI tahun 1965—1966. Pembunuhan massal itu terjadi pada ratusan warga sipil, yang diduga sebagai anggota PKI.
Masyarakat Indonesia sendiri masih banyak yang belum mengetahui kehadiran film hasil kerja sama Denmark-Inggris-Norwegia ini. Namun siapa sangka, Jagal berhasil masuk nominasi film dokumenter terbaik di Academy Awards pada 2014. Tidak hanya itu, Jagal juga berhasil mendapat penghargaan di British Academy Film dan Televisions Art pada tahun 2013. Sayangnya, film ini tidak dapat diperdagangkan.
Film dokumenter pembunuhan memiliki power untuk memeriksa sisi gelap dalam sistem hukum dan masyarakat, serta mengajak penonton untuk berpikir lebih dalam tentang kompleksitas kasus-kasus ini. Rekomendasi film di atas adalah beberapa contoh yang bisa ditonton jika tertarik untuk memahami kasus pembunuhan dari berbagai sudut pandang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
W
Editor
Wahyu SK
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot







