5 Ritual Adat Minang Ditampilkan Dalam Film Onde Mande, Masih Bertahan Hingga Saat ini

AKURAT.CO, Suku Minangkabau merupakan salah satu kelompok etnik pribumi terbesar di Indonesia yang dikenal mempertahankan kearifan lokal. Lalu, apa saja adat Minang?
Sebagian besar keturunan di Minangkabau akan merantau ke berbagai pulau di Indonesia saat beranjak dewasa. Namun, kesatuan budaya Minangkabau sejak zaman dahulu memunculkan ritual adat yang sangat kental dan masih bertahan hingga saat ini.
Salah satu film produksi Visinema Pictures berjudul “Onde Mande” menampilkan beberapa adat yang ada dalam suku Minangkabau dalam scenenya.
Adat Minang dalam Film Onde Mande
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (27/6/2023), berikut adat Minang dalam film Onde Mande:
1. Tabuik
Tabuik merupakan biasanya dilakukan oleh masyarakat Pariaman, Sumatera Barat Ritual ini bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali pada tanggal 10 Muharram.
Tabuik sendiri adalah istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama prosesi upacara tersebut. Kata 'Tabuik' berasal dari bahasa arab ‘tabut’ yang bermakna peti kayu. Nama tersebut mengacu pada legenda tentang kemunculan makhluk berwujud kuda bersayap dan berkepala manusia yang disebut buraq.
Legenda tersebut mengisahkan bahwa setelah wafatnya sang cucu Nabi, kotak kayu berisi potongan jenazah Hussein diterbangkan ke langit oleh buraq.
Setiap tahun masyarakat Pariaman membuat tiruan dari buraq yang sedang mengusung tabut di punggungnya. Dalam ritual ini menampilkan kembali pertempuran karbala, dan memainkan drum tassa dan dhol.
Puncaknya, arak-arakan tabuik yang dibangun bertingkat ini akan berakhir di pelabuhan kemudian digulirkan ke laut lepas.
Upacara melabuhkan tabuik ke laut dilakukan setiap tahun di Pariaman pada 10 Muharram sejak 1831.
2. Bakaua (tolak bala)
Ritual bakaua digelar ketika para petani turun ke sawah untuk memulai penggarapannya. Biasanya mereka akan berbaris mengelilingi sawah sambil membakar kemenyan sekaligus memanjatkan doa.
Selain itu, para petani juga akan menyembelih sapi sebagai sebuah jamuan dengan harapan agar terhindar dari petaka.
Prosesi ritual dilakukan dengan cara membakar kemenyan dan berkeliling kampung sambil berdoa kepada Allah SWT. Masyarakat percaya bahwa Allah akan melindungi mereka dari berbagai bencana.
Beberapa daerah yang masih melestarikan ritual adat bakua saat ini di antaranya Solok, Sijunjung, dan Tanah Datar.
3. Batagak rumah
Batagak tonggak tuo rumah gadang adalah salah satu jenis upacara dalam pembangunan rumah gadang. Dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut berarti ‘Menegakkan tonggak atau tiang utama’. Gadang sendiri memiliki arti besar, merupakan lambang sebuah kapal yang membesar ke atas.
Dalam pembangunan rumah gadang, batagak tonggak tuo merupakan upacara yang dirayakan dengan baralek (pesta) besar. Di Minangkabau, tiap ruangan di dalam rumah gadang dibiarkan terbuka kecuali bagian kamar.
Upacara ini dilaksanakan sebelum penduduk membangun rumah gadang agar calon penghuninya senantiasa diberi kesejahteraan.
4. Pacu jawi
Pacu jawi adalah tradisi balapan sapi di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Dala pelaksanaanya dilakukan di atas sawah yang basah dan berlumpur, diikuti oleh seorang joki dan jawi (sapi) berpasangan.
Tradisi ini sudah belangsung sejak lama sebagai perayaan dan hiburan rakyat setelah panen, diselenggarakan secara bergantian di nagari-nagari Tanah Datar setiap dua bulan sekali dan tiap giliran terdiri dari empat acara yang diselenggarakan pada hari Rabu atau Sabtu.
Walaupun namanya pacu jawi (balap sapi), acara ini sebenarnya bukan semata-mata lomba adu kecepatan sapi melainkan untuk melihat kemahiran joki mengendalikan sapi agar bisa berlari di jalur yang lurus.
Menurut tradisi kemampuan berlari lurus ini mengajarkan filosofi bahwa yang paling berharga adalah kemampuan untuk tetap berada dalam jalan yang lurus.
Acara pacu jawi biasanya diiringi dengan sebuah pesta desa yang disebut alek pacu jawi, biasanya menampilkan sapi-sapi yang didandani dengan suntiang (hiasan kepala khas Minangkabau), permainan musik seperti gendang tasa dan talempong pacik, tari piring, pasar dadakan, permainan tradisional, panjat pinang, dan lomba layang-layang.
Dalam acara ini, sepasang sapi berlari di lintasan sawah berlumpur dengan panjang sekitar 60–250 meter, sementara seorang joki berdiri di belakangnya dengan memegang kedua sapi.
Walaupun namanya mengandung arti "balapan", sapi-sapi hanya dilepas sepasang tanpa lawan tanding, dan tidak ada pemenang secara resmi. Tiap pasang sapi berlari secara bergiliran, sedangkan penonton menilai sapi-sapi tersebut, terutama berdasarkan kecepatan dan kemampuan berjalan lurus.
5. Pacu itiak
Pacu tabang itiak atau terbang itik adalah tradisi unik asal Kabupaten Limopuluah Kota, Sumatera Barat. Konon, tradisi ini berawal dari kebiasaan para petani di Kanagarian Aur Kuning, Sicincin, dan Padang Panjang saat menggembala itik pada 1928.
Tujuan awal dilakukannya tradisi ini oleh petani adalah untuk menghalau hama. Gerakan terbang melayang yang dilakukan itik-itik itu menjadi hiburan tersendiri bagi para petani. Kemudian muncul ide untuk diadakannya lomba itiak terbang.
Dalam perlombaan pacu itik, terdapat beberapa kelas, yaitu jarak 800 meter, 1.000 meter, 1.200 meter, dan 1.600 meter yang mereka sebut boko. Ada dua jenis kategori lomba, yaitu sesuai batas garis dan terbang bebas. Dari garis start, masing-masing peserta melemparkan itiak (itik) betina berusia 4-6 bulan.
Itulah 5 ritual adat minang yang ditampilkan dalam film Onde Mande dan masih dilestarikan oleh masyarakat Minangkabau hingga saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




