Cinepolis Kurangi Jumlah Layar 'KKN di Desa Penari', Manoj Punjabi: Nggak Mau Bantu Film Nasional?

AKURAT.CO, Film horor berjudul KKN di Desa Penari menembus 2 juta lebih penonton dalam waktu enam hari penayangan. Film garapan sutradara Awi Suryadi yang dibintangi Tissa Biani itu tayang perdana pada 30 April 2022 lalu.
Manoj Punjabi, produser film KKN di Desa Penari sekaligus CEO MD Pictures mengaku sangat bersyukur karena penonton filmnya membludak dalam waktu yang terbilang singkat tersebut. Namun di samping itu, ia merasa kecewa kepada pihak bioskop Cinepolis.
Hal itu lantaran pihak bioskop tersebut banyak mengurangi layar untuk penayangan film KKN di Desa Penari. Petinggi bioskop lebih memprioritaskan film luar ketimbang hasil karya anak bangsa.
Manoj Punjabi mengaku pihak bioskop tersebut telah meremehkan filmnya. Padahal kenyataannya, film KKN di Desa Penari lebih diminati penonton ketimbang Doctor Strange 2.
"Saya diremehkan, padahal hasilnya lebih bagus dari Doctor Strange 2 dan ada buktinya ini biar masyarakat liat, lebih ramai tapi dikurangin layar. Di mana-mana (film) kita gila penontonnya," ujar Manoj Punjabi.
Meskipun merasa aneh dengan keputusan pihak Cinepolis yang mengurangi layar penayangan filmnya, namun Manoj Punjabi tidak bisa berbuat apa-apa. Ia sangat kecewa dengan kebijakan pihak Cinepolis yang tidak mengapresiasi film dalam negeri.
"Saya bisa apa, yang punya bioskop kan mereka. Ini Cinepolis ya, bukan seperti 21 (XXI) yang mendukung film nasional, 21 masih adil, masih minta koreksi," jelasnya.
Sebelum penayangan perdana pada 30 April lalu, Manoj sudah memprediksi bahwa KKN di Desa Penari bisa memberikan keuntungan besar bagi setiap bioskop, termasuk juga Cinepolis. Namun sayangnya, pihak Cinepolis tetap mengurangi layar karena menurut mereka KKN di Desa Penari tidak sebagai film Doctor Strange 2.
"Saya bilang ketika KKN bisa beri untung, dia bilang KKN enggak mungkin sampai. Under estimate enggak apa-apa tapi kalau KKN bisa ngasih lebih untung? Kenapa enggak? You rugi apa? Masa enggak mau bantu film nasional?," ungkapnya
"Saya enggak ngemis loh, saya hanya bilang adil dong. Ini kan gila, ini penontonnya bisa gila. Kita masa tuan rumah yang disikat, lebih bela film asing. Penonton mintanya ini (KKN)," tambahnya.
Film KKN di Desa Penari mengisahkan sekelompok mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Jawa Timur. Mereka adalah Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (Fajar Nugraha).
Enam mahasiswa itu tinggal di sebuah desa terpencil yang dipimpin Pak Prabu (Kiki Narendra). Sejak kedatangan mereka, Pak Prabu berpesan untuk menghindari sejumlah pantangan selama tinggal di desa itu.
Bima mulai berubah sikap dan membuat program KKN mereka berantakan. Tampaknya penghuni gaib desa tersebut tidak menyukai kehadiran mereka.
Hingga suatu hari, Nur akhirnya menemukan fakta bahwa salah satu dari mereka melanggar aturan yang paling fatal di desa tersebut. Hal itu membuat sosok penari misterius marah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK



