Akurat

Jefri Nichol dan Amanda Rawles Sebut Slamet Rahardjo Seperti Malaikat

| 21 September 2018, 21:23 WIB
Jefri Nichol dan Amanda Rawles Sebut Slamet Rahardjo Seperti Malaikat

AKURAT.CO Jefri Nichol dan Amanda Rawles karap kali main film bareng. Mereka sudah memerankan empat film bersama-sama. Something in Between menjadi film kelima mereka. Film tersebut akan tayang pada 27 September mendatang.

Di film ini, Slamet Rahadjo turut ambil peran. Aktor senior itu berperan sebagai kepala sekolah di SMU Kebangsaan. Jefri yang berperan sebagai salah satu murid di sekolah tersebut dan mengaku dirinya mendapat begitu banyak wejangan dari Slamet selama syuting berlangsung.

"Om Slamet selama syuting banyak kasih wejangan sih, sampai saat ini pun masih. Yang paling aku ingat dari Om Slamet aktor itu harus memiliki rasa yang dalam. Kita kerja, kita akting pakai rasa, kalau logika malah ga masuk. Soalnya rasa itu enggak punya logika," tutur Jefri usai pers screening di Plaza Senayan XXI, Jakarta Pusat, Jumat (21/9).

Jefri menyebut Slamet seperti malaikat yang selalu memberinya pencerahan selama syuting berlangsung.

"Uniknya, setiap Om Slamet cerita di lokasi syuting, tiga kali kasih wejangan, tiga kali lampu lighting di belakang kepala dia seolah-olah kayak siluet malaikat yang ngasih pencerahan," kata pria berusia 19 tahun itu.

Senada dengan Jefri, Amanda Rawles bahkan melihat sosok Slamet seperti ayahnya sendiri. Meski di film ini Amanda tidak banyak berinteraksi dengan Slamet. Di film sebelumnya, Amanda yang berperan sebagai anak Slamet pun merasakan wejangan.

"Kalau aku si enggak terlalu banyak sama Om Slamet. Cuma di film sebelumnya Om Slamet jadi papa aku. Kan, udah sering banget dapat wejangan dari Om Slamet. Terus sosoknya kayak malaikat. Kalau nggak ada dia, nggak bakal ada di sini," sambut Amanda.

Amanda mengaku banyak belajar dari Slamet. Ia pun selalu diingatkan bagaimana cara mendalami peran dalam karakter yang dimainkannya.

"Yang paling aku ingat mengajarkan aku untuk selalu gimana memainkan suasana, bukan sekadar berperan, menghidupkan sebuah suasana. Dia punya teori yang luar biasa banget yang pertama kali didengar," pungkasnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.