Akurat Logo

Memukau, Kolaborasi Budaya dan Modern di Samosir Music International

Faisal Hidayat | 27 Agustus 2018, 19:16 WIB
Memukau, Kolaborasi Budaya dan Modern di Samosir Music International

AKURAT.CO Samosir Music International (SMI) yang digelar di open stage Tuk-tuk Siadong, Kabupaten Samosir, Danau Toba, Sumut, Sabtu (26/8) malam berhasil memukau para pengunjung.

Kolaborasi apik musik batak seperti suling bambu dan 'gondang' dengan musik modern memunculkan sisi tersendiri. Menariknya, berbagai lagu batak yang familiar berhasil ditampilkan para artis luar negeri. Diantaranya Herman Delago dan Nadine Beiler asal Austria.

Menyusul Kanto asal Jepang dan musisi muda asal Indonesia, Bernadeta Astaria yang lama berdomisili di Belanda.

Beberapa lagu Batak yang dibawakan Herman Delago cs yakni 'Mardua Holong' dan lagu 'Sik sik Batumanikam' yang dipopulerkan grup band Jamrud berhasil menghiptonis pengunjung untuk berdiri dan ikut menyanyi.

Viky Sianipar dan Alsa Nababan. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Meski harus bernyanyi Batak, Nadine Beiler, Herman Delago, dan Kento, terlihat sangat enjoy. Mereka berkali-kali membuat penonton bergoyang, bahkan melompat-lompat mengikuti tempo cepat dari pemusik. Herman Delago pun mengaku senang bisa tampil di Samosir.

“Saya sudah pernah tampil disini, sekarang tampil lagi. Tapi selalu menyenangkan. Karena kalian luar biasa,” tutur Herman.

Di penghujung pementasan, Viky Sianipar cs dengan vokalis Luis Sitanggang dan Alsan Nababan menjadi menu penutup yang tak dilewatkan para pengunjung SMI.

Viky juga berhasil mengaransemen musik batak dan modern dalam beberapa lagu. Diantaranya 'Si Kacang Polong', 'Tor-tor Ni Halak Batak', 'Jamila' dan 'Sik-sik Batu Manikkam'.

Project Manager Samosir Music International Henry Manik menjelaskan, sejak awal para musisi ini memang diberitahu untuk membawakan lagu khas Batak.

“Dan setelah kita dengarkan contoh lagu Batak, ternyata mereka sangat antusias. Mereka pun menerima undangan tampil dengan membawakan lagu Batak. Kita juga bawakan alat musik khas Batak untuk mereka berlatih,” kata Henry.

Samosir Music International. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Pria asli Samosir yang tinggal di Belanda ini menambahkan, para musisi mancanegara ini diberi kebebasan untuk menyesuaikan lagu daerah dengan gaya mereka sendiri.

“Jadi membawakannya dengan genre apa, gaya seperti apa juga terserah mereka. Kita hanya mengarahkan mengenai pengucapan lagu dalam bahasa Batak. Karena itu yang paling menyulitkan para musisi,” katanya.

Henry mencontohkan Nadine Beiler, penyanyi RnB asal Austria yang sudah dikenal di Eropa. Kualitasnya tidak sembarangan. Nadine sejak awal memang antusias membawakan lagu Batak.

"Karena lagu Batak memang banyak tantangannya,” paparnya.

Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo mengaku, event SMI menjadi momentum yang baik untuk menaikkan pariwisata Danau Toba.

“Saya happy sekali karena penonton ramai dan antusias sekali. Saya rasa ini menjadi momentum yang sangat baik bagi pariwisata Danau Toba khususnya Samosir,” ujar Arie.

Arie juga mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada penyelenggara.

"Karena, mampu menghadirkan event internasional dengan konsep yang lebih matang dan pengisi acara yang lebih banyak," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.