Teater Koma Pentaskan Kembali Opera Ikan Asin di HUT ke-40

AKURAT.CO, Merayakan hari jadi yang ke-40 pada 1 Maret mendatang, Teater Koma akan mempersembahkan lakon dengan judul Opera Ikan Asin. Pentas ini akan digelar di Ciputra Artpreneur, Lotte Shopping Avenue mulai dari tanggal 2-5 Maret 2017.
Opera Ikan Asin sendiri disadur oleh Nano Riantiarno dari The Beggars Opera karya John Gay dan musik J.C. Pepusch serta The Treepenny Opera karya Bertolt Brecht. Latar peristiwanya di London sekitar abad ke-19 juga diubah menjadi Batavia abad ke-20 saat era Hindia Belanda.
"Naskah ini akan ditampilkan sama seperti naskah yang asli, komposisi musik karya Kurt Weill yang terkenal dalam lakon The Threepenny Opera pun tidak dirubah, hanya diaransemen kembali oleh Fero,â? ujar Nano Riantiarno, sutradara pementasan Opera Ikan Asin dalam keterangan persnya, Kamis (23/2).
Teater Koma pertama kali mementaskan lakon ini pada 30 Juli hingga 8 Agustus 1983 di Teater Tertutup Taman Ismail Marzuki. Dipentaskan lagi pada 20-21 Agustus 1983 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Di tahun 1999, Teater Koma menampilkan lakon ini di Graha Bhakti Budaya di tanggal 10-24 April 1999.
"Opera Ikan Asin sudah dipentaskan dua kali sebelumnya di tahun 1983 dan 1999 lalu. Dan sekarang di tahun 2017 akan dipentaskan lagi," ujar Nano yang menyutradarainya.
Opera Ikan Asin bercerita tentang Si Raja Bandit Batavia, Mekhit alias Mat Piso menikahi Poli Picum tanpa seijin Ayahnya, Natasasmita Picum, juragan pengemis se-Batavia. Picum mengancam Kartamarma, asisten kepala Polisi Batavia yang juga sahabat Mekhit, bahwa para pengemisnya akan mengacaukan upacara pengobatan Gubernur Jendral yang baru. Terpaksa Mekhit ditangkap, dia akan digantung tepat saat upacara penobatan, tapi saat tali menjerat leher, datang surat keputusan dari Gubernur Jendral, apa isinya?
â??Inilah lakon tentang sebuah era yang penuh ketidakjelasan. Raja Bandit dijadikan pahlawan oleh masyarakat. Para petinggi hukum bersahabat dengan para penjahat kakap, sogok-menyogok adalah sebuah kewajaran. Hukum pun bisa disandera oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi. Jaman dimana titah penguasa tertinggi memutar balik keputusan pengadilan.
Pementasan Opera Ikan Asin kali ini menampilkan Budi Ros, Cornelia Agatha, Sari Madjid Prianggoro, Alex Fatahillah, Asmin Timbil, Raheli Dharmawan, Budi Suryadi, Daisy Lantang, Ratna Ully, Naomi Lumban Gaol, Suntea Sisca, Dana Hassan, Ariffano Marshall, Allen Guntara, Sir Ilham Jambak, Julung Ramadan, Bangkit Sanjaya, Bayu Dharmawan Saleh, Adri Prasetyo, Sekar Dewantari, Netta Kusumah Dewi, Joind Byuwinanda dan Rangga Riantiarno.
Produksi ke-147 itu dihargai mulai Rp 150 ribu hingga Rp 850 ribu (best view).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi



