Akurat Logo

Bukan Karena Mandi Setelah Makan, Asri Welas Tegaskan Penyebab Putranya Alami Kejang

Sri Agustina | 25 Juli 2023, 12:38 WIB
Bukan Karena Mandi Setelah Makan, Asri Welas Tegaskan Penyebab Putranya Alami Kejang

AKURAT.CO, Asri Welas mengungkapkan kondisi kesehatan sang putra, Gibran, yang sebulan lalu sempat dilarikan ke ICU lantaran mengalami kejang.

Asri Welas pun menegaskan jika kejang yang dialami putranya itu bukan karena mandi setelah makan. 

"Banyak yang nge-DM katanya 'mbak Asri anakku sekarang habis makan nggak boleh mandi,' jadi bukan karena itu ya," ujar Asri Welas saat ditemui di CGV Grand Indonesia, kemarin.

"Salah ya, anakku itu step-nya memang gara-gara tidak cocok sama satu obat. Kemudian terjadi step," lanjutnya.

Asri kemudian tak ingin kembali lengah terkait obat yang dikonsumsi putranya.

"Dia ada pendarahan di lambung kemudian jadi step, ini masih penelitian. Pertama lambungnya Alhamdulillah udah enggak apa-apa, kita nggak perlu lagi endoskopi. Lambungnya sudah baik dan enggak berisik," jelasnya.

"Akhirnya sekarang kita harus rekam EEG, lambungnya sudah nggak apa-apa tinggal EEG ini. Apakah ada sesuatu yang tidak biasa dan tindakannya apa, saya juga masih belum tahu," katanya lagi.

Asri pun menceritakan bahwa putranya akan menjalani pemeriksaan EEG pada Senin (31/7/2023) mendatang.

Asri mengungkapkan sang putra akan menjalani pemeriksaan EEG atau Elektroensefalografi. Asri Welas menceritakan awalnya Gibran sudah melakukan pemeriksaan EEG namun gagal.

"Gibran alhamdulillah, kemarin kita sudah rekam otak EEG, tapi nggak berhasil, karena dia nggak tidur," ujar Asri Welas saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2023).

Pemilik nama asli Asri Pramawati itu mengungkapkan rencana sang putra akan kembali jalanai pemeriksaan EEG pada Senin (31/7/2023) mendatang.

“Rekam EEG itu harus dalam keadaan tidur, kalau jadi tanggal 31 deh, ketika dia tidur, kita rekam EEGnya. Rekam EEg itu 30 menit,” bebernya.

Perempuan 44 tahun itu menjelaskan bahwa Gibran akan diperiksa dengan jumlah 26 titik pada kepalanya.

“Jadi ada 26 titik yang ditaruh di kepalanya, bisa dalam keadaan bangun tapi tidak berontak atau tidak lepas. Sementara Ibran tidak bisa, lepas. Kemarin kita coba, baru empat eh dia lepas, ulang lagi, karena ada 26 titik dan dia harus diam,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.