Akurat Logo

Verrel Bramasta Kecopetan saat Berlibur di Jepang, Begini Kronologinya!

| 29 Desember 2022, 10:05 WIB
Verrel Bramasta Kecopetan saat Berlibur di Jepang, Begini Kronologinya!

AKURAT.CO Aktor muda Verrel Bramasta baru saja mengalami musibah kecopetan saat menikmati liburan akhir tahun di Jepang. Ia harus kehilangan tas berisi paspor, dompet, uang, kartu kredit, hingga ATM. Hal ini diungkapkan Verrel melalui akun media sosial pribadinya.

"Capeknya urus paspor. Tas dicopet, dompet ilang, liburan jadi harus urusin gini... astaga," tulis Verrel di story Instagram-nya, dikutip Kamis (29/12).

Verrel masih tak habis pikir dengan kejadian yang menimpanya. Ia pun kembali ke lokasi tempat dirinya kecopetan. Pria berusia 26 tahun ini juga menceritakan kronologi bagaimana dirinya bisa kecopetan di negeri matahari terbit itu.

Awalnya, ia dan teman-temannya sedang berfoto-foto di Omoide Yokocho, sebuah gang populer di Kota Shinjuku, Jepang. Saat sedang berfoto, temannya menaruh tas Verrel di bagian pinggir sebuah tempat. Namun, usai berfoto seketika tasnya raib tanpa ia sadari.

"Jadi ini sedikit cerita, aku taruh di sini tasnya (menunjuk tempat kejadian). Aku lagi foto-foto terus sama temen aku (tas) ditaruh, lima menit kemudian langsung hilang. Nggak mungkin kan, soalnya nggak ada yang lewat, kemarin nggak se-ramai ini kemarin sepi, karena ini (kedai makan yang di dekatnya) udah tutup," ungkap Verrel.

Selain menjelaskan kronologi ia kecopetan, Verrel Bramasta juga membuat sayembara dengan memberikan imbalan senilai Rp100 juta apabila pelaku mengaku dan mengembalikan tas miliknya.

"Maling ngaku yuk. Gue kasih 100jt kalo balikin," imbuhnya.

Karena mengalami kejadian tak mengenakkan tersebut, Verrel dan teman-temannya langsung bergegas menuju ke Kantor Kepolisian Shinjuku, pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat, untuk melaporkan peristiwa nahas itu. Bahkan, ia harus menunggu kurang lebih selama 3 jam untuk memproses laporannya. 

Hingga berita ini dibuat, tas Verrel masih belum ditemukan. Verrel Bramasta mengaku mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan pihak kepolisian karena kendala bahasa. Menurutnya, pelayanan kepolisian juga terkesan tidak ada harapan dan malas-malasan. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.