Akurat Logo

Kasus Pelecehan di Pesantren, Begini Tanggapan Arie Untung

Sri Agustina | 10 Desember 2021, 16:20 WIB
Kasus Pelecehan di Pesantren, Begini Tanggapan Arie Untung

AKURAT.CO, ​Belum reda terkait pelecehan seksual yang dialami oleh mahasiswi Novia Widyasari, kini kembali publik dikagetkan dengan Guru disebuah Pesantren daerah Bandung, Jawa Barat yang melakukan pelecehan seksual pada 12 santriwati.

Dugaaan pelecehan ini diketahui oleh orangtua dari salah satu korban yang mendapati gelagat aneh dari sang anak. Pelaku dari pelecehan ini tak lain merupakan Guru Pesantren bernama Herry Wirawan. 

Kini, Herry sudah ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan dengan Pasal 81 UU perlindungan anak dengan ancaman pidana hingga 15 tahun. Namun, akibat dirinya adalah seorang pendidik, maka hukuman akan menjadi kurang lebih 20 tahun.

Menanggapi kasus ini, Artis Arie Untung memberikan tanggapannya. Suami Artis Fenita Arie ini sangat menyayangkan hal ini terjadi dilingkungan Pesantren yang cukup dikenal masyarakat dengan nuansa dan suasana Islam.

Pada akun instagramnya, Arie menuliskan pendapatnya terkait permasalahan ini. Pria kelahiran 15 Januari 1976 itu menganggap bahwa pelaku memang dengan sengaja menjadikan Pesantren sebagai kedok untuk melakukan aksinya.

arie untunng.PNG

"Tumbuh suburnya pesantren di Indonesia sudah berkembang sampai 30k. Makanya melihat potensi ini ada saja satu dua yang memanfaatkan untuk pura-pura jadi pesantren biar bisa meluapkan syahwat begini," tulis Arie Untung di caption fotonya.  

Arie juga mengingatkan kepada orang tua bahwa ​untuk lebih selektif dalam memilih pesantren untuk anak-anaknya, karena jika sudah memasuki pesantren, artinya orang tua siap untuk melepas anaknya dalam waktu yang lama.

"Mesti lebih selektif lagi memilihkan tempat untuk menitipkan anak-anak kita. Telusuri dulu afiliasinya kemana, apakah itu benar? Apa cuma status Facebook-nya saja dari pelaku," tambah Arie Untung.

Pria berumur 45 tahun itu menjelaskan bahwa meski hal ini terjadi dilingkungan pesantren, hal tersebut tidak mencoreng dunia pendidikan Pesantren, karena menurutnya masih banyak pesantren yang kualitasnya jauh lebih baik.

"​Teta​​​​pi apakah ini mencoreng pesantren? Enggak tuh. Beda jumlah yang berkualitas sama yang abal-abal begini," katanya. P​ada akhir captionnya Arie mendoakan agar pelaku cepat bertobat.​[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.