5 Fakta Menarik Karier Ian Kasela, Jadi Penyanyi Latar hingga 3 Albumnya Tak Laku

AKURAT.CO, Bagi generasi 1990an, tentu tidak asing lagi dengan grup band Radja. Grup band yang beranggotakan Ian Kasela, Moldy, Indra, dan Seno ini, sempat menjadi salah satu band papan atas Tanah Air, sebelum akhirnya bubar pada April 2010.
Setelah dinyatakan bubar, para personel Radja pun memilih jalan hidupnya masing-masing. Ian Kasela, sang vokalis mencoba masuk ke dunia politik dengan maju di Pemilihan Legislatif DPR RI, pada April 2019 lalu. Sayang, ia gagal lolos ke senayan.
Perjuangan karier Ian Kasela memang dipenuhi dengan lika-liku yang tak mudah. Saat pertama kali terjun menjadi seorang penyanyi solo, karyanya sempat gagal di pasaran.
Seperti apa kisah perjuangan Ian Kasela? Berikut AKURAT.CO himpun deretan faktanya, Jumat (6/3).
1. Bermula menjadi penyanyi latar
Karier Ian Kasela di dunia tarik suara bermula saat ia menjadi backing vokal grup band U Camp, pada tahun 1993. Setelah 3 tahun bekerja menjadi penyanyi latar, Ian kemudian ditawari menjadi penyanyi solo oleh salah seorang produser, yang bekerja sama dengan rumah rekaman Metrotama Record.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Ian pun sepakat dengan tawaran itu, dan keluar dari pekerjaan sebelumnya sebagai penyanyi latar untuk grup band U Camp.
2. Tiga album solonya tak laku di pasaran
Setelah bergabung dengan Metrotama Record, Ian Kasela kemudian rekaman album pertamanya bertajuk 'Tak Mau Sendiri' yang berisi 10 lagu pada tahun 1996. Sayang, album pertamanya itu gagal di pasaran akibat kurangnya promosi.
Tak menyerah begitu saja, setahun kemudian, pada 1997, Ian kemudian merilis album keduanya bertajuk 'Melayang' yang juga berisi 10 lagu. Kali ini dinaungi oleh rumah rekaman Gita Gemilang.
Sama seperti album sebelumnya, lagi-lagi album Ian Kasela melempem di pasaran. Tak menyerah, Ian membuat album kompilasi bertajuk 'Cinta Negeri Serumpun' yang diproduksi oleh Satria Kurnia Utama Record, dan lagi-lagi gagal di pasaran.
3. Menjadi penyanyi kafe bersama sang kakak dan membentuk Radja
Usai ketiga album solonya gagal di pasaran, Ian Kasela kemudian memilih beristirahat dari dunia rekaman. Ia memutuskan untuk mengikuti sang kakak, Moldy, manggung di kafe-kafe Jakarta.
Setelah menjadi penyanyi di kafe, Ian dan Moldy kemudian bertemu dengan Shuma dan Adit. Mereka kemudian membentuk grup band Radja pada 17 Maret 2001.
4. Album pertama dan kedua Radja pun gagal di pasaran
Radja kemudian merilis album perdana bertajuk 'Lepas Masa Lalu' dengan lagu andalan 'Biar Aku Menjagamu.' Sayang, album perdana mereka tidak bisa dipasarkan dengan maksimal akibat ada persoalan di Universal Music Indonesia, tempat mereka bernaung.
Pada pertengahan 2002, terjadi pergantian personel Radja. Shuma dan Adit keluar dan digantikan oleh Indra dan Seno. Radja kemudian merilis album kedua bertajuk 'Manusia Biasa' dengan lagu andalannya 'Cinderella' dan 'Jujur' yang diproduksi Malta Music Indonesia.
Namun, lagi-lagi album Ian Kasela dan kawan-kawan harus menelan pil pahit setelah albumnya kembali tak laku di pasaran. Mereka kemudian memutus kontrak dengan rumah rekaman yang menaungi mereka, Malta Music Indonesia.
5. Meraih kesuksesan setelah meluncurkan album repackage
Radja kemudian bergabung dengan EMI Music Indonesia pada akhir 2004. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya yang menciptakan lagu baru dalam albumnya, Ian Kasela dan kawan-kawan justru mengeluarkan album repackage berjudul 'Langkah Baru' yang berisi lagu-lagu dari album sebelumnya.
Menariknya, album repackage ini justru meledak di pasaran dan menjadi salah satu album terlaris di Indonesia pada tahun 2005. Ian kasela dan kawan-kawan pun mendapat penghargaan Golden Award untuk penjualan kaset di atas 75.000 kopi.
Keberhasilan Ian Kasela bersama Radja pun terus berlanjut di album-album berikutnya, seperti Aku Ada Karena Kau Ada (2006), 1000 Bulan (2006), serta Untuk Semua (2007). Dari kesuksesan tersebut, Ian Kasela pun kebanjiran tawaran manggung on air dan off air, serta membintangi beberapa iklan di TV.
Itulah perjalanan karier Ian Kasela, mantan vokalis Radja yang meniti karier dari seorang penyanyi latar.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi



