Akurat Logo

Profil Romi Jahat, Vokalis Band Punk Legendaris yang Meninggal Dunia Usai Dirawat Intensif

Dani Zahra | 10 Februari 2026, 13:45 WIB
Profil Romi Jahat, Vokalis Band Punk Legendaris yang Meninggal Dunia Usai Dirawat Intensif

AKURAT.CO Kabar duka datang dari dunia musisi Indonesia, vokalis band punk legendaris, Romi Jahat, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, (10/2/2026).

Kabar duka ini dibagikan secara langsung melalui akun Instagram RTJ @rtjofficial.

Unggahan duka muncul di Instagram Story dengan menampilkan foto hitam putih Romi Jahat disertai tulisan “Rest in Power".

Baca Juga: Chord Romi and The Jahat Film Murahan Lengkap dengan Lirik Lagu

Pesan perpisahan itu turut dibagikan oleh akun resmi Romi & The Jahats.

"Rest in Power my friend @romi.jahats. Turut berduka cita @rtjofficial,” tulis mereka, mengiringi kabar kepergian sang musisi.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyakit yang diderita Romi

Meski demikian, dalam hampir dua pekan terakhir, ia memang disebut-sebut tengah mengalami kondisi kesehatan yang menurun.

Profil Romi Jahat

Di skena punk underground Indonesia, nama Romi Jahat bukan sekadar musisi ia adalah sikap.

Lahir dan besar di Jakarta, Romi tumbuh bersama kerasnya jalanan dan menjadikannya bahan bakar lirik-lirik yang kasar, frontal, dan tanpa kompromi. Julukan “Rock ’N’ Roll Kotor Indonesia” melekat bukan karena sensasi, melainkan karena kejujuran yang ia teriakkan tanpa filter.

Perjalanan musiknya dimulai serius pada 1997 saat bergabung sebagai vokalis Marjinal. Bersama Mike, Bob OI!, dan Steve, Romi menjadi corong kemarahan kelas bawah. Musik cepat, teriakan lantang, dan kritik sosial yang mentah membentuk karakter Romi sebagai frontman yang tak kenal basa-basi.

Tahun 2009, Romi memilih jalan sendiri dengan membentuk Romi & The Jahats. Nama band ini bukan hiasan“Jahats” dipilih sebagai simbol dunia yang bengkok, penuh intrik, kekerasan, dan ironi.

Dari sanalah lahir karya-karya yang menolak tunduk pada industri, sekaligus menertawakan realitas dengan nada sinis.

Formasi inti Romi & The Jahats terdiri dari Romi Jahat (vokal), Dedis TJ/Ableh (gitar), Chobex (bass), serta Panca/Imam (drum), dengan sejumlah rotasi personel seiring perjalanan band.

Namun, satu hal tak pernah berubah: Romi selalu berdiri di depan, menyuarakan apa yang orang lain takut ucapkan.

Album dan lagu seperti HORE, Tunggu Mati, Sebelum Akhir Dunia, Pelita Di Tanah Lapang (2024), hingga Suaraku (2025) menjadi arsip kemarahan, harapan, dan perlawanan yang ia tinggalkan.

Ia tetap turun panggung, berkeringat di gigs-gigs kecil, dan berinteraksi langsung dengan komunitasnya bukan sebagai bintang, tapi sebagai bagian dari mereka.

Kepergian Babe Romi bukan sekadar kehilangan seorang vokalis. Skena punk Indonesia kehilangan satu suara paling jujur—suara yang mungkin kotor, tapi tak pernah bohong.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Dani Zahra
Reporter
Dani Zahra
Dani Zahra