Akurat Logo

Menuju Transportasi Berkelanjutan, KAI Luncurkan Fitur Jejak Karbon

Hefriday | 23 Desember 2024, 16:16 WIB
Menuju Transportasi Berkelanjutan, KAI Luncurkan Fitur Jejak Karbon

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkenalkan fitur Jejak Karbon (Carbon Footprint) sebagai inovasi ramah lingkungan yang mengintegrasikan edukasi keberlanjutan dalam layanan transportasi massal. Langkah ini menjadi komitmen nyata KAI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengapresiasi langkah KAI sebagai terobosan penting dalam menciptakan transportasi efisien dan ramah lingkungan. “Langkah ini mencerminkan komitmen KAI untuk terus menghadirkan solusi transportasi yang inovatif dan ramah lingkungan,” ujar Kartika dalam peluncuran fitur ini di Jakarta, Senin (23/12/2024).

Fitur Jejak Karbon kini tersedia pada aplikasi Access by KAI versi 6.9.11. Fitur ini memungkinkan pelanggan mengetahui estimasi emisi karbon yang dihasilkan dari setiap perjalanan. Menurut Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, inovasi ini tidak hanya mempertegas keberlanjutan dalam sektor transportasi, tetapi juga mendukung target net zero emission.

Baca Juga: Beroperasi Selama Nataru 2025, KAI Pertimbangkan Lanjutkan Layanan Direct Train Jakarta - Yogyakarta dan Jakarta - Semarang

“Inovasi ini adalah langkah nyata mendukung target pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa kereta api menjadi solusi transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan,” jelas Didiek.

KAI mencatatkan pencapaian penting dalam Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan skor 41 pada rating ESG S&P Global tahun ini. Skor tersebut menempatkan KAI dalam 20 persen teratas perusahaan sektor transportasi dan infrastruktur secara global. “Capaian ini menjadi dasar kuat bagi KAI untuk terus meningkatkan kinerja ESG dan membangun reputasi sebagai perusahaan transportasi massal yang berkelanjutan,” tambah Didiek.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa fitur Jejak Karbon memberikan edukasi kepada pelanggan tentang dampak positif kereta api dalam mengurangi emisi karbon dibanding moda transportasi lain. Sebagai contoh, perjalanan KA Probowangi dari Surabaya Gubeng ke Ketapang menghasilkan emisi karbon sebesar 2,94 kg CO2e, jauh lebih rendah dibandingkan perjalanan menggunakan mobil pribadi yang mencapai 8,79 kg CO2e.

“Fitur ini menjadi alat transparansi sekaligus referensi bagi masyarakat untuk memahami kontribusi mereka terhadap pelestarian lingkungan. Harapannya, fitur ini dapat mendorong perubahan perilaku dalam memilih transportasi yang lebih berkelanjutan,” ungkap Anne.

Selain fitur Jejak Karbon, KAI juga telah menghadirkan berbagai inovasi lain, seperti teknologi face recognition untuk mengurangi penggunaan kertas, water station guna meminimalkan sampah botol plastik, serta alat makan berbahan kayu pada layanan makanan di atas kereta. Langkah-langkah ini mempertegas fokus KAI pada pengurangan dampak lingkungan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Perhitungan emisi karbon pada fitur Jejak Karbon mengacu pada standar nasional seperti SNI ISO 14064-1:2018 serta pedoman internasional seperti Kyoto Protocol dan GHG Protocol. Validasi dilakukan melalui studi literatur, benchmarking, dan konsultasi dengan ahli transportasi serta lembaga terkait.

Fitur Jejak Karbon menjadi salah satu wujud nyata komitmen KAI untuk mewujudkan masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Anne menegaskan bahwa langkah ini juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. “Mari bersama-sama menjadi agen perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan,” tukas Anne.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa