Menteri Erick Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi PLN, Ada 4 Nama Baru

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan perubahan signifikan dalam susunan komisaris PT PLN (Persero) sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja perusahaan listrik negara tersebut.
Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Kamis (14/11/2024).
Adapun susunan terbaru jajaran komisaris dan direksi PLN adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Burhanuddin Abdullah sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
- Suahasil Nazara sebagai Wakil Komisaris Utama
- Susiwijono Moegiarso sebagai Komisaris
- Dadan Kusdiana sebagai Komisaris
- Aminuddin Ma'ruf sebagai Komisaris (baru)
- Jisman P. Hutajulu sebagai Komisaris (baru)
- Mutanto Juwono sebagai Komisaris Independen
- Andi Arief sebagai Komisaris Independen
- Yazid Fanani sebagai Komisaris Independen (baru)
- Ali Masykur Musa sebagai Komisaris Independen (baru)
Dewan Direksi
- Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama
- Sinthya Roesly sebagai Direktur Keuangan
- Yusuf Didi Setiarto sebagai Direktur Legal dan Manajemen Human Capital
- Evy Haryadi sebagai Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem
- Edi Srimulyanti sebagai Direktur Retail dan Niaga
- Hartanto Wibowo sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis
- Wiluyo Kusdwiharto sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan
- Adi Lumakso sebagai Direktur Manajemen Pembangkitan
- Adi Priyanto sebagai Direktur Distribusi
- Suroso Isnandar sebagai Direktur Manajemen Risiko.
Dalam pengumuman tersebut, Erick menyatakan bahwa perubahan jajaran komisaris ini diharapkan mampu mendukung efisiensi operasional dan pengembangan energi terbarukan di PLN. Melalui RUPS, Kementerian BUMN resmi memberhentikan dua komisaris, yaitu Eko Sulistyo dan Tedi Bharata, serta mengangkat Nawal Nely sebagai komisaris baru.
Baca Juga: Utang PLN Susut Rp54 Triliun dalam 4 Tahun
Menteri Erick Thohir menegaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong PLN dalam menghadapi tantangan energi dan mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emissions pada tahun 2060. “Dengan pergantian ini, PLN diharapkan semakin solid dan adaptif dalam menghadapi tantangan sektor energi yang dinamis,” ujar Erick.
Tidak hanya terbatas pada jajaran komisaris, Kementerian BUMN juga mempertahankan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PLN. Hal ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap Darmawan dalam melanjutkan transformasi PLN, khususnya di tengah dorongan pengembangan energi berkelanjutan. Darmawan dipercaya untuk melanjutkan komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas pelayanan listrik di seluruh Indonesia.
Yang menarik yakni penunjukan Wiluyo Kusdwiharto sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Hal ini menjadi langkah konkret PLN dalam mempercepat pembangunan proyek energi hijau.
Ditambahkan Erick, perubahan ini merupakan bagian dari rencana strategis jangka panjang yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. PLN kini memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga memastikan pasokan energi yang ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Langkah perombakan ini juga sejalan dengan ambisi pemerintah dalam meningkatkan bauran energi terbarukan di Indonesia. Erick menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan energi yang lebih ramah lingkungan, dan perubahan ini diharapkan dapat memperkuat PLN dalam menghadapi tantangan energi terbarukan.
PLN, dengan dukungan pemerintah, berupaya mendorong pengembangan listrik berbasis energi hijau demi pencapaian target Net Zero Emissions pada 2060. PLN menghadapi tantangan besar dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Perombakan ini diharapkan dapat mempermudah PLN dalam mengimplementasikan kebijakan hijau dan meningkatkan efisiensi operasional di berbagai lini. Sinergi antara komisaris, direksi, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mencapai target pengurangan emisi karbon.
Dengan jajaran baru ini, PLN diharapkan lebih fokus pada pengembangan proyek-proyek strategis yang mendukung kemandirian energi Indonesia. Erick Thohir juga menekankan bahwa PLN perlu lebih proaktif dalam menghadapi tantangan sektor kelistrikan dan mengutamakan investasi berkelanjutan guna menjamin stabilitas pasokan energi di masa mendatang.
Di era persaingan global yang semakin ketat, Erick Thohir optimis bahwa susunan baru ini akan mendorong PLN memimpin transisi menuju energi bersih. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas BUMN dalam mencapai target-target lingkungan yang lebih ambisius.
Sementara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan PLN akan berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Menurutnya, susunan baru direksi dan komisaris ini membawa harapan baru dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis yang akan memperkuat jaringan listrik nasional.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung program energi baru terbarukan," ujar Darmawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










