Lagi, Pendanaan Startup di Indonesia Anjlok 32,19 Persen di 2023

AKURAT.CO Pendanaan startup di Indonesia turun 31,19% secara tahunan menjadi USD2,85 miliar di sepanjang 2023 lalu, dibanding posisi 2022 yang sebesar USD4,26 miliar. Searah, jumlah transaksi investasi startup pun turun dari 260 transaksi di 2022 menjadi 139 transaksi di 2023.
Mengutip Daily Social, penurunan tersebut dipicu kondisi ekonomi makro yang terjadi disinyalir menjadi penyebab utama, terutama kenaikan suku bunga Bank Sentral yang telah membuat obligasi negara lebih menarik untuk diinvestasi dibandingkan perusahaan modal ventura.
"Setelah sempat mengalami peningkatan derastis pasca-pandemi, pendanaan di ekosistem startup Indonesia mengalami tren penurunan dalam dua tahun terakhir," tulis Daily Social dikutip Senin (22/1/2024).
Baca Juga: Turun 26,9 Persen, Pendanaan Startup di China Ikuti Tren Global
Asal tahu, pada 2021 lalu pendanaan startup RI sempat melonjak 109,9% dari USD3,3 miliar (113 transaksi) di 2020 menjadi USD6,9 miliar (214 transaksi). Namun kemudian merosot 39,13% menjadi USD4,26 miliar di 2022.
Disebutkan, dampak lain dari kenaikan suku bunga adalah penilaian yang lebih rendah, karena sebagian besar investor menggunakan model DFC (discounted cash flow) untuk menilai bisnis (dalam model DCF jika suku bunga naik, penilaian turun).
Sementara itu, penggalangan dana yang semakin sulit turut memberikan dampak ke strategi founder dalam menjaga runway bisnisnya.
Berbagai pemangkasan dilakukan agar startup tetap bisa bergerak gesit, mulai dari pengurangan biaya pemasaran hingga layoff (tahun 2023 puluhan startup melakukan layoff, dengan jumlah puluhan sampai ratusan pegawai).
Namun demikian, sebenarnya masih ada harapan untuk iklim investasi di Indonesia. Salah satunya jika dilihat dari kesiapan para pemodal ventura.
Tercatat setidaknya ada 17 dana kelolaan VC baru yang diumumkan tahun 2023, dengan sebagian besar menyasar ekosistem startup di Indonesia. Dana kelolaan ini hadir dari sejumlah VC seperti Northstar, East Ventures, Mandiri Capital Indonesia, Argor, Ascent Venture Group, dan lain-lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









