Di Tengah Rencana Revisi Aturan, UMKM Penjual Madu Ini Sukses Di TikTok Shop

AKURAT.CO Di tengah kisruh TikTok Shop yang saat ini sedang terjadi, ada hal yang patut menjadi perhatian. Melalui platform media sosial ini, dapat menjadi salah satu solusi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk kepada konsumen secara lebih luas.
Salah satu pelaku UMKM yang sukses di TikTok Shop adalah Ahmad yang memiliki akun bernama @madumurnisb. Dalam unggahan video saat melakukan live stream, Ahmad penuh semangat untuk menawarkan berbagai jenis madu lokal meskipun wajahnya dikerumuni lebah.
"Etase nomor 15, madu multi flora. Untuk yang sakit maag. Silakan dilihat,” ujar Ahmad saat melakukan live stream di akun TikTok Shopnya.
Baca Juga: Terkait Rencana Pembatasan Penggunaan TikTok Shop, Pengamat: Harus Ada Studinya
Dengan jumlah followers sebanyak 33.000 pengikut, Ahmad sudah mempunyai pangsa pasarnya sendiri. Jenis madu yang ditawarkan Ahmad, semuanya produk lokal tanpa menggunakan campuran.
"Ini dari lebah lokal, tanpa campuran, tanpa olahan. Ini produk 100 persen UMKM lokal dengan nomor BPOM resmi, dari Malang Kabupaten, dekat Gunung Kawi," lanjutnya.
Selain menceritakan bahwa produk madu olahannya merupakan produk lokal, Ahmad juga menambahkan bahwa, produk madu yang ditawarkan mempunyai khasiat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit seperti radang tenggorokan, sariawan, asam lambung, asam urat, pencernaan, dan sebagainya.
"Radang tenggorokan, sariawan minum madu randu etalase 11. Asam lambung, masalah pencernaan, kurang nafsu makan, silakan dicoba madu kami etalase 15. Asam urat, darah tinggi, kolesterol madu bawang tunggal silakan ditanyakan,” tambahnya.
Baca Juga: Permendag E-Commerce Segera Direvisi, Bagaimana Nasib TikTok Shop?
Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, apabila ada calon pembeli yang tertarik dengan madunya, bisa datang langsung ke tempatnya atau bisa bertanya di akun TikTok Shopnya.
"Saya sendiri yang membudidayakan. Alamat saya lengkap, silakan datang. Kalau ada pertanyaan silakan ditanyakan," tutup Ahmad.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









