Akurat Logo

Agus Pambagio: Ada Agenda Setting PLTU Biang Kerok Polusi Jakarta

Citra Puspitaningrum | 17 Agustus 2023, 19:35 WIB
Agus Pambagio: Ada Agenda Setting PLTU Biang Kerok Polusi Jakarta

AKURAT.CO  Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai ada pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja melempar isu terkait Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai biang keladi polusi udara di Jakarta. 

"Terkait PLTU yang disebutkan sebagai penyebab polusi Jakarta di mana sebelumnya belum pernah disebutkan sama sekali dalam kajian BMKG maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), saya pikir ini ada agenda setting yang dibuat," kata Agus dikutip Kamis (17/8/2023).

Dia menyampaikan, ketika polusi udara di Jakarta menjadi perhatian seantero Tanah Air maupun internasional mulai bermunculan hoax yang disebarkan seperti hasil gambar satelit yang memerah di Jawa Barat dan Banten. 

"Nah itu bukan gambar satelit, melainkan semacam simulasi yang sengaja dibuat-buat untuk membingungkan kita dan gak jelas siapa yang buat, itu hoax," ujarnya. 

Agus menjelaskan, yang paling jelas polusi di Jakarta ini penyebabnya adalah transportasi. "Bahkan Presiden dan Menteri LHK juga menyatakan hal itu. Meski PLTU ada karbon yang dihasilkan, tapi bukan menjadi penyebab utama polusi udara di Jakarta," tegasnya. 

Pemerintah, jelasnya, sudah melakukan kesepakatan di Konferensi Perubahan Iklim (COP 27) di Sharm El-Sheikh, Mesir. Menurutnya, Pemerintah telah menyepakati dengan badan-badan internasional termasuk rencana memensiunkan PLTU demi transisi energi.

"Nah sekarang kalau kita ada perjanjian multilateral seperti itu, ada pihak-pihak yang menunggangi supaya barang dagangannya laku, sehingga memanfaatkan isu polusi seperti sekarang ini. Tapi yang jelas gambar-gambar itu bukan hasil tangkapan satelit," kata Agus. 

Menurutnya, Indonesia tidak bisa langsung memensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara begitu saja. Pemerintah Indonesia, sepakat untuk memensiunkan PLTU batu bara dan beralih ke energi bersih, namun harus secara bertahap dan mempertimbangkan kemampuan finansial. 

"Jika dipaksakan, bisa mati listrik kita. Pada sejumlah konferensi internasional saya sudah bicara soal itu," kata Agus.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.