Tripatra Fokus Ke Transisi Energi Dan Hilirisasi Mineral Nasional

AKURAT.CO Sebagai penyedia solusi berbasis rekayasa teknik terkemuka di Indonesia, PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra) terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam upaya mendorong pembangunan industri serta percepat transisi energi dan hilirasi mineral nasional.
President Director & CEO PT Tripatra, Raymond Naldi Rasfuldi mengatakan, Hal tersebut sejalan dengan upaya untuk mendukung komitmen pemerintah dalam pembangunan proyek strategis nasional, salah satunya menuju net zero emissions tahun 2060 yang merupakan sebagian dari transformasi yang diperlukan dalam upaya menjadi negara maju di tahun 2045.
Selain itu Raymond juga menjelaskan, Engineering atau rekayasa merupakan kekuatan utama di balik inovasi dan perkembangan teknologi. Rekayasa yang menggabungkan keilmiahan dengan kreativitas dalam menciptakan solusi baru untuk berbagai tantangan dan mengembangkan teknologi yang meningkatkan kualitas hidup manusia, termasuk menghadirkan solusi untuk pengembangan teknologi Energi Baru Terbarukan (EBT).
“Oleh sebab itu, industri jasa rekayasa akan dapat berkontribusi besar dalam kemajuan setiap peradaban bangsa. Terlebih lagi di era transisi energi dan hilirisasi mineral, tentunya industri di bidang jasa rekayasa menjadi garda terdepan dalam upaya pencapaian tujuan nasional berkelanjutan.” kata Raymond di Jakarta, Kamis (3/8/2023).
Kemudian, dalam upaya mendorong pembangunan industri serta percepatan transisi energi dan hilirisasi mineral nasional, Tripatra dengan mayoritas engineer berasal dari dalam negeri, telah berkontribusi dalam meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui pengembangan dan penghasilan ribuan engineer yang berkompeten dalam bidang Rekayasa. Hal tersebut dilakukan karena Tripatra menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten merupakan komponen yang sangat penting dalam menjalankan bisnis rekayasa.
Senada dengan Raymond, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Nasional Rancang Bangun Indonesia (Gapenri), Dhira Nandana juga mengucapkan bahwa sektor industri jasa rekayasa memiliki peran penting dalam pertumbuhan Indonesia serta mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ragam sektor dan industri nasional di Indonesia.
“Termasuk juga sektor energi, serta penggerak peningkatan Penggunaan Barang dan Jasa Dalam Negeri (P3DN). Maka dari itu, pentingnya kolaborasi berbagai pihak agar bidang rekayasa Indonesia semakin berkembang dan dioptimalisasikan untuk mendukung pembangunan nasional,” ucap Dhira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok




