Akurat Logo

Saham Amblas Gara-gara Ulah Christiano Ronaldo, Tengok Jejak Bisnis Coca-Cola yang Fenomenal!

Ainur Rahman | 17 Juni 2021, 17:30 WIB
Saham Amblas Gara-gara Ulah Christiano Ronaldo, Tengok Jejak Bisnis Coca-Cola yang Fenomenal!

AKURAT.CO Aksi Cristiano Ronaldo menggeser botol minuman Coca-Cola di konferensi pers jelang pertandingan Euro 2020 berimbas fatal. Pasalnya, saham perusahaan Coca-Cola langsung nyungseng enggak karuan gara-gara ulah Christiano Ronaldo. Sebelum menjadi perusahaan terkenal dengan mereka minuman fenomenal di berbagai negara ini, sebenarnya seperti apa sih jejak perjalanan bisnis Coca-Cola?

Minuman Coca-Cola lahir pada tahun 1886 setelah seorang apoteker bernama John Stith Pemberton meracik sebuah minuman sirup segar untuk mengobati berbagai macam penyakit. Beberapa sumber menyebutkan, minuman tersebut berbahan ekstrak daun koka yang merupakan bahan baku kokain yang dicampur dengan tambahan kafein dari kacang kola.

Itu sebabnya, minuman tersebut diberi nama Coca-Cola yang berasal dari nama kedua ekstrak tersebut. Namun pada tahun 1903, ekstrak daun kola dihilangkan dari formula.

Meskipun demikian, Coca-Cola selalu menyangkal dan menyatakan bahwa produknya sama sekali tidak mengandung ekstrak daun koka, baik dulu mapun saat ini. Pemberton pun menjual minuman dengan rasa sirup soda tersebut di pasar. Saat cuaca panas, minuman tersebut laku keras. 

Perusahaan tersebut kemudian beralih ke tangan Griggs Candler tahun 1891. Seorang pengusaha yang juga berprofesi sebagai apoteker yang membeli usaha milik Pemberton. Ia lalu mendirikan perusahaan baru bernama Coca-Cola Company setahun setelahnya.

Di tangan Candler, penjualan minuman Coca-Cola semakin melejit, dari awalnya 9.000 galon di tahun 1890 menjadi 370.877 galon di tahun 1900.

Lantaran semakin diterima pasar, Coca-Cola kemudian mendirikan beberapa pabrik di Dallas, Los Angeles, dan Philadelphia. Selain laris manis di AS, penjualannya juga moncer di Kanada.

Lalu di tahun 1899, perusahaan sempat menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan produsen dan distributor botol. Pihak kedua itu diberikan hak lisensi untuk membeli sirup, memproduksi botol, dan mendistribusikan minuman dengan merek Coca-Cola dari Coca-Cola Company. Perjanjian lisensi itu menjadi dasar sistem distribusi unik yang sampai sekarang menjadi ciri khas Coca-Cola hingga sampai saat ini. 

Pada tahun 1892 atau saat baru berdiri, nilai perusahaan tersebut adalah sebesar 100.000 dollar AS. Nilainya melonjak menjadi 25 juta dollar AS pada tahun 1919 atau saat perusahaan itu dijual ke sekelompok investor yang dipimpin pengusaha asal Atlanta, Ernest Woodruff.

Putranya, Robert Winship Woodruff, memimpin perusahaan sebagai CEO Coca-Cola Company selama lebih dari tiga dekade, dari tahun 1923 hingga 1955.

Pasca Perang Dunia II

Tahun-tahun setelah Perang Dunia II jadi era kejayaan Coca-Cola. Produk perusahaan tersebut mulai dijual ke banyak negara. Pada tahun 1946, perusahaan membeli hak Fanta, merek minuman ringan yang sebelumnya dikembangkan di Jerman.

Perusahaan juga mendaftarkan botol kaca pada tahun 1960. Botol kaca ikonik isi ulang yang kini sudah banyak berganti dengan botol plastik.

Kemudian di tahun 1961, perusahaan mulai memperkenalkan minuman rasa lemon bernama Sprite, lalu minuman bermerek Tab pada tahun 1963 yang diklaim sebagai minuman bebas gula.

Perusahaan juga melebarkan sayapnya ke produksi minuman jus Jeruk. Coca-Cola tidak mendirikan perusahaan pengolahan jeruk baru, tapi membeli perusahaan lainnya bernama Minute Maid Corporation.

Pada tahun 1978, Coca-Cola menjadi satu-satunya perusahaan yang diizinkan untuk menjual minuman kemasan dingin di Cina. Pada tahun 1982 perusahaan memperkenalkan minuman ringan rendah kalori bebas gula Diet Coke.

Perusahaan tersebut terus mengembangkan beberapa formula rasa baru agar penjualan tidak menurun. Namun beberapa varian rasa baru tidak diterima dengan baik dan memicu kekesalan konsumen.

Hal itu mendorong Coca-Cola kembali menghidupkan formula lama yang disebut sebagai Coca-Cola Classic.

Masuk bisnis film

Perusahaan memperluas lini bisnisnya. Tahun 1982, Coca-Cola mulai menjadi pemegang saham di Columbia Pictures Industries Inc, sebuah perusahaan pembuat film kenamaan di Negeri Paman Sam.

Tahun 1990-an adalah era di mana perusahaan semakin memperluas pasarnya di Benua Asia dan Eropa. Di tahun-tahun itu pula, Coca-Cola mulai memperkenalkan botol plastik.

Mereka terus menciptakan merek baru mendampingi minuman Coca-Cola. Beberapa merek minuman milik Coca-Cola antara lain Powerade, Qoo, Maaza, Inka Kola, dan Thums Up.

Lalu terakhir di tahun 2005, perusahaan meluncurkan produk Coca-Cola Zero yang diklaim perusahaan sebagai minuman tanpa kalori namun tetap dengan rasa Coca-Cola asli

Saham Turun Drastis

Aksi Cristiano Ronaldo menggeser botol Coca-Cola di konferensi pers jelang pertandingan Euro 2020 berimbas fatal. Saham raksasa minuman soda itu anjlok!

Christiano Ronaldo membuat gesture yang tentu bikin jengkel Coca-Cola. Kejadiannya di konferensi pers jelang pertandingan Hongaria vs Portugal, Senin (14/6) waktu setempat.

Christiano Ronaldo, yang datang bersama pelatih Portugal Fernando Santos, menyingkirkan dua botol minuman bersoda dari Coca-Cola di depannya. Pemilik lima Ballon d'Or itu memberi pesan jangan minum soda. Padahal, Coca-Cola adalah salah satu sponsor gelaran Euro 2020.

Gesture Cristiano Ronaldo, yang kini membela Juventus itu menjadi sentimen negatif buat Coca-Cola. Sebab, sahamnya langsung anjlok.

Dilansir Marca, saham Coca-Cola Company (KO) anjlok dari yang tadinya bernilai 56.10 dolar Amerika Serikat per lembarnya, menjadi 55.20 dolar. Nilai perusahaannya turun dari 242 miliar dolar atau Rp3,44 kuadriliun, menjadi 238 miliar dolar atau Rp3,38 kuadriliun.

Hingga Kamis (17/6) ini, saham Coca-Cola di New York Stock Exchange (NYSE) menunjukan penurunan di level angka US$54,67 tampak turun 0,74 poin atau 1,34%.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.