Asparindo Rayu Kemenkop Tawarkan Sistem Digitalisasi Koperasi

AKURAT.CO Asosiasi Pengolah Pasar Indonesia (Asparindo) bertemu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk menawarkan sistem digitalisasi koperasi yang memungkinkan koperasi-koperasi di Indonesia terintegrasi dalam sebuah fintech setara layanan perbankan.
Kepala Pusat Digitalisasi Pasar Asparindo J.W. Saputro menyebutkan koperasi potensial untuk didorong kemajuannya dengan teknologi terkini. Sehingga, menjadi badan hukum yang semakin keren dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Kami telah membangun infrastruktur yang tidak kalah dengan fintech lain agar bisa digunakan 153.000 koperasi di Indonesia sehingga semua bisa terhubung secara digital,” tuturnya.
Ia menilai, mendigitalisasi koperasi dari yang semula paperbased lalu menjadi paperless akan menjadi salah satu faktor pendorong terkuat untuk memajukan koperasi ke depan.
Pihaknya mengembangkan sistem yang diberi nama Simpool yang diharapkan bisa diadopsi oleh koperasi dengan biaya operasional yang sangat terjangkau.
“Biaya operasional sangat murah hanya Rp1.000 peranggota perbulan, jauh lebih murah dari biaya bank,” katanya.
Simpool ini disebutnya telah melalui uji coba yang matang sehingga sudah dikatakan sangat siap untuk dijalankan. Bahkan 6 koperasi sudah menggunakannya dan tiga selanjutnya sedang dalam proses administrasi, yang kesemuanya berada di wilayah Jabodetabek.
Sistem tersebut dibangun dengan mengacu pada konsep keuangan yang paling rumit pada koperasi simpan pinjam.
“Koperasi simpan pinjam kan ketat jadi kita adopsi dengan core banking system sehingga kualitas sistem ini tidak kalah dengan core banking system yang prudent,” imbuhnya.
Untuk itu, maka sistem tersebut juga tidak akan sulit diterapkan pada jenis koperasi yang lain yang tidak serumit koperasi simpan pinjam.
“Simpool tujuannya untuk menyatukan koperasi-koperasi agar terintegrasi secara digital,” katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Asparindo Suhendro berharap dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM dari sisi pendidikan dan pelatihan manajemen perkoperasian karena selama ini banyak anggota Asparindo merupakan koperasi.
“Kami ingin pengurus koperasi bisa mendapatkan pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM plus melek digital,” ujarnya.
Menyambut hal itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi Pusat Digitalisasi Pasar yang telah mengembangkan sebuah sistem yang memungkinkan integrasi digital koperasi di Indonesia.
Terlebih karena dikembangkan oleh anak bangsa maka Teten berharap teknologi bisa menjadi solusi bagi koperasi agar semakin berkembang ke depan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November




