BSN Tekankan Pentingnya Standardisasi Peralatan di Area Berbahaya

AKURAT.CO, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menekankan pentingnya standarisasi terhadap peralatan teknologi di area berbahaya. Pasalnya jika standarisasi tidak diberlakukan maka salah-salah dapat membahayakan pekerja yang berada disekitar peralatan tersebut.
Karena itu perlu ada sertifikasi sehingga peralatan yang dipasang diarea berbahaya bisa dinyatakan aman bagi pekerja. Selain itu perlu adanya edukasi terkait dengan peralatan di area berbahaya tersebut. BSN mengandeng International Electrotechnical Commission (IEC), IEC System for Certification to Standards relating to Equipment for use in Explosive Atmospheres (IECEx) serta United Nations Economic Commission for Europe (UNECE) menyelenggarakan the IECEx International Conference 2018 di Jakarta 8-9 Agustus 2018.
Konferensi dihadiri oleh 250 peserta baik dari dalam maupun luar negeri yang berasal dari 15 negara. Konferensi membahas isu terkait dengan standar-standar peralatan yang digunakan/dioperasikan oleh karyawan pada area yang berbahaya atau pada lingkungan yang berpotensi terjadi ledakan, sehingga membutuhkan tingkat keamanan yang tinggi. Area yang dimaksud meliputi Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), kilang minyak atau rig pengeboran minyak lepas pantai, industri pengolahan bahan kimia, pengisian bahan bakar pesawat udara dan hanggar, rumah sakit, dan sebagainya.
Sekretaris Utama BSN, Puji Winarni pada kesempatan itu mengatakan, Indonesia perlu memberikan perhatian khusus pada isu ini mengingat perkembangan industri otomatis semakin meningkat sehingga perlu dikembangkan standar-standar terkait. Otomatis industri ditandai dengan penggunaan mesin-mesin yang bekerja dengan atau tanpa bantuan manusia dalam proses produksi atau manufaktur.
Penggunaan sistem kendali otomatis atau semi otomatis sangat memudahkan di dalam menerapkan otomatis industri. Teknologi komputer juga sudah digunakan untuk mendesain dan menjalankan mesin-mesin otomatis, ysalah satunya robot yang merupakan wujud otomatis industri di masa kini.
" Penerapan industri otomatis di area berbahaya yang semakin meningkat, maka instalasi yang efisien dan aman juga diperlukan. Namun demikian, situasi ini tetap saja menciptakan resiko kebakaran atau ledakan yang membahayakan atau mengancam jiwa manusia,” ujar Puji di Jakarta (8/8).
Karena itu pihaknya lagi-lagi menekankan agar pihak-pihak yang berkepentingan perhatikan menerapkan standardisasi dan penilaian kesesuaian terhadap peralatan tersebut.
“Salah satu organisasi dunia yang menaruh perhatian pada persoalan ini adalah IEC. Sebagai wujud nyatanya, IEC telah membentuk Komite Teknis-31 yang mengembangkan standar-standar terkait dengan sistem dan peralatan yang dipasang di area berbahaya,” pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 6Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa


