IESR Desak Prabowo Tetapkan Darurat Karhutla dan Atasi Kelangkaan BBM

AKURAT.CO Institute for Essential Services Reform (IESR) menyampaikan keprihatinan mendalam dan solidaritas kepada masyarakat Indonesia yang kini harus menghadapi dua krisis sekaligus, yakni kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah.
Kedua situasi ini semakin membebani kehidupan masyarakat, mengancam kesehatan dan keselamatan, sekaligus mengganggu aktivitas ekonomi serta sumber penghidupan mereka.
Untuk itu, IESR mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah darurat untuk menangani krisis karhutla, dampak kesehatan akibat penurunan kualitas udara, serta gangguan pasokan bahan BBM di wilayah terdampak.
Baca Juga: Apa Itu Bursa Efek Indonesia dan Fungsinya? Ini Penjelasan Lengkapnya
Chief Executive Officer IESR, Fabby Tumiwa meminta pemerintah tidak menunggu situasi memburuk untuk mengerahkan sumber daya penanganan.
Salah satu langkah yang didesak adalah menetapkan status tanggap darurat di wilayah terdampak serta memperkuat upaya pemadaman melalui jalur darat dan udara.
“Tetapkan status tanggap darurat di wilayah terdampak dan kerahkan seluruh sumber daya, termasuk pemadaman darat dan udara, tanpa menunggu eskalasi,” kata Fabby, Senin (19/10/2026) malam.
IESR juga menekankan pentingnya perlindungan kesehatan masyarakat di tengah paparan asap.
Baca Juga: OJK Tegas Sanksi Pihak terkait Emiten DSSA, BREN dan CUAN, Denda Tembus Rp2,1 Triliun
Pemerintah diminta membagikan masker N95 secara gratis, menyediakan ruang dengan udara bersih dan layanan kesehatan gratis, serta mengumumkan data kualitas udara secara terbuka dan berkala.
Selain penanganan darurat, Fabby mendesak pemerintah menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan, termasuk korporasi pemegang konsesi yang terbukti terlibat.
“Tindak tegas pelaku pembakaran, termasuk korporasi pemegang konsesi. Cabut izin dan proses hukum tanpa pandang bulu,” ucap Fabby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








