Bulog Siapkan Pasokan Beras untuk Koperasi Merah Putih, Ini Skemanya Salin judul

AKURAT.CO Perum Bulog memberikan kemudahan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam memperoleh pasokan beras, mulai dari pelonggaran batas pemesanan hingga skema pembayaran dengan tenggat 30 hari.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan KDKMP sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan hasil rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
“Seperti yang kami sampaikan di rakortas kemarin, bahwa Bulog akan mendukung sepenuhnya kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih,” kata Rizal di kantor Bulog, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: Bulog Bakal Bangun Pabrik Karung Plastik, Jakarta Jadi Pilot Project
Rizal menjelaskan, selama ini Bulog menerapkan batas kuantum pemesanan bagi pengecer di pasar yang terdata dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), yakni maksimal 2 ton dalam sekali pemesanan.
Namun, ketentuan tersebut tidak diberlakukan dengan cara yang sama bagi KDKMP yang menjalankan usaha di bidang agribisnis pangan. Bulog menyatakan siap memenuhi kebutuhan pemesanan koperasi sesuai permintaan.
“Khusus untuk teman-teman KDKMP yang di bawah agribisnis pangan, seberapa yang dipesan oleh agribisnis pangan untuk KDKMP, kami dukung sepenuhnya,” ujarnya.
Selain pelonggaran kuantum pemesanan, Bulog juga menawarkan skema konsinyasi dengan jangka waktu pembayaran selama 30 hari.
Melalui skema tersebut, koperasi dapat menyediakan beras Bulog untuk dijual kepada masyarakat sebelum menyelesaikan pembayaran sesuai tenggat yang diberikan.
“Dan Bulog memberikan keringanan yaitu berupa konsinyasi, pembayarannya 30 hari. Jadi beras Bulog nanti akan berada di KDKMP semaksimal mungkin,” tutur Rizal.
Dia menambahkan, bertambahnya jaringan KDKMP juga membuka lebih banyak titik penjualan bagi Bulog.
Baca Juga: Bulog Raup Laba Rp2,4 Triliun, Target Tembus Rp3 Triliun pada 2026
Dengan demikian, koperasi tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi desa, tetapi juga menjadi saluran distribusi pangan bagi masyarakat.
“Dan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat mengakses dan membeli beras dengan murah di KDKMP,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









