Kemenperin Gandeng 2 Startup Kembangkan Teknologi untuk Mitigasi Bencana

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mempercepat penerapan transformasi industri 4.0 agar pemanfaatan teknologi digital tidak hanya meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor manufaktur nasional, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu implementasinya diarahkan untuk mendukung pengembangan teknologi di bidang pencegahan, mitigasi, penanganan, hingga pemulihan bencana.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, transformasi digital perlu berorientasi pada kebermanfaatan teknologi.
Baca Juga: Kemenperin Bidik Ekspor Mamin RI Tembus USD83,08 Miliar pada 2029
“Komponen terpenting pada proses transformasi digital berupa kesadaran manfaat penggunaan peralatan digital, tidak hanya sekadar kemampuan adopsi teknologi, namun harus sejalan dengan perubahan mindset digital,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Dalam mengakselerasi transformasi digital tersebut, Kemenperin menjadikan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai technology and digital hub bagi sektor manufaktur nasional.
Saat ini, PIDI 4.0 telah membangun kolaborasi dengan sedikitnya 65 mitra yang berasal dari kalangan industri, penyedia teknologi, asosiasi, hingga perguruan tinggi.
Menurut Agus, ekosistem transformasi industri 4.0 memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi dalam mendukung penanggulangan bencana di Indonesia.
Hal tersebut menjadi penting mengingat Indonesia memiliki risiko terhadap berbagai bencana alam karena kondisi geografis dan geologisnya. Pemanfaatan teknologi industri 4.0 dapat mendukung hadirnya berbagai inovasi untuk memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, penanganan, maupun pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Adie Rochmanto Pandiangan mengemukakan, PIDI 4.0 telah membangun kemitraan dengan sejumlah perusahaan rintisan yang menghasilkan inovasi teknologi untuk mendukung penanggulangan bencana.
Baca Juga: Pabrik Grease Shell di Marunda Beroperasi, Kemenperin Bidik Substitusi Impor
“Terkait dengan bidang penanggulangan bencana, PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian memiliki kemitraan dengan dua startup, yaitu TechnoGIS dari Sleman, Yogyakarta dan BATARI Energy dari Cimahi, Jawa Barat. Kedua perusahaan tersebut telah melahirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi pencegahan dan penanggulangan bencana di Indonesia,” ujar Adie.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Nama BRAN Diganti Jadi LPRA dalam RUU Reforma Agraria
- 10Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang








