Akurat Logo

Indonesia Dorong ASEAN Tak Terjebak Perang Insentif Investasi Semikonduktor

Esha Tri Wahyuni | 21 September 2026, 15:59 WIB
Indonesia Dorong ASEAN Tak Terjebak Perang Insentif Investasi Semikonduktor
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri dalam Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) di Filipina. - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Indonesia mendorong negara-negara ASEAN tidak terjebak dalam persaingan insentif untuk menarik investasi industri semikonduktor.

Pemerintah menilai pengembangan industri tersebut di kawasan perlu dibangun dengan pembagian peran yang saling melengkapi agar rantai pasok semikonduktor ASEAN semakin kuat.

Dorongan itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri dalam Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) di Filipina.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup: Shayne Pattynama Dipanggil Susulan ke Timnas Indonesia, Ada Perubahan Skuad?

Indonesia menjadi salah satu negara yang mendorong penyusunan ASEAN Semiconductor Roadmap sebagai bagian dari Capaian Prioritas Ekonomi ASEAN atau Priority Economic Deliverables (PED) di bawah Keketuaan Filipina.

Roro mengatakan peta jalan tersebut diperlukan untuk memperkuat ekosistem semikonduktor ASEAN sekaligus meningkatkan posisi kawasan dalam rantai pasok global.

"Pengembangan peta jalan ini merupakan upaya memperkuat ekosistem semikonduktor ASEAN," ujar Roro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Roro, Indonesia memiliki fondasi industri yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok semikonduktor global. Namun, pengembangan industri tersebut di ASEAN membutuhkan kerja sama antarnegeri, termasuk dalam investasi dan pemberian insentif.

Indonesia karena itu mendorong penerapan prinsip komplementaritas investasi serta harmonisasi insentif di antara negara-negara ASEAN.

Pendekatan tersebut diarahkan agar investasi di sektor semikonduktor dapat berkembang berdasarkan keunggulan masing-masing negara, bukan melalui persaingan insentif yang berlebihan.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup, Erick Thohir: Timnas Indonesia Siap Tampil Bawa Harapan 280 Juta Rakyat

"Indonesia juga menekankan pentingnya pelibatan akademisi dalam riset, penguatan pilar rantai pasok dan infrastruktur critical minerals, serta penerapan prinsip komplementaritas investasi dan harmonisasi insentif untuk mencegah persaingan tidak sehat di kawasan," kata Roro.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.