IBC dan Pertamina Sinergi Kembangkan Ekosistem Industri Baterai Nasional

AKURAT.CO PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pertamina (Persero) tentang Sinergi Pengembangan Ekosistem Industri Baterai Terintegrasi.
Kerja sama ini merupakan perwujudan nyata komitmen PT Industri Baterai Indonesia dalam membangun ekosistem industri baterai yang kuat, komprehensif, dan berdaya saing dari hulu hingga hilir.
Dengan menggandeng Pertamina, salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia, IBC memperkuat posisinya sebagai motor penggerak industri baterai nasional yang terintegrasi.
Baca Juga: Bahas Tax Holiday Untuk CATL dan IBC, Kementerian ESDM Sambangi DJP
Direktur Pengembangan Bisnis IBC, Niko Chandra menyampaikan bahwa penandatanganan MOU ini merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi IBC.
Kolaborasi dengan Pertamina membuka peluang besar untuk mengintegrasikan kekuatan dua perusahaan nasional dalam membangun ekosistem baterai yang kokoh dan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa sinergi ini akan memberikan kontribusi nyata bagi percepatan transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri baterai global,” kata Niko dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Lebih lanjut, IBC dan Pertamina akan berkolaborasi dalam riset dan pengembangan teknologi pemulihan material kritis dari baterai bekas, termasuk logam dan material strategis.
Kedua pihak juga akan melakukan benchmarking dan kajian teknis untuk pembangunan fasilitas manufaktur recycle dan reuse berstandar global.
Kolaborasi ini mencakup inovasi material melalui riset bersama untuk pengembangan teknologi baterai generasi berikutnya, termasuk Sodium-ion Battery (SIB) dan Solid-state Battery (SSB).
IBC akan berkontribusi dalam pengembangan produk Battery Energy Storage System (BESS) yaitu Portable Power Station dan Stationary Power Station dengan kapasitas minimum 20 kWh menggunakan battery cell dari IBC.
"Produk-produk ini akan diuji coba secara langsung di fasilitas dan wilayah operasional Pertamina, memberikan bukti nyata keandalan teknologi baterai buatan Indonesia,” tutur Niko.
Niko menambahkan, kerja sama antara IBC dan Pertamina mencerminkan semangat sinergi dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
“IBC hadir sebagai perusahaan yang secara khusus dibangun untuk mengintegrasikan seluruh rantai nilai industri baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Senior Vice President Technology Innovation & Implementation Pertamina, Hana Timoti menyampaikan bahwa IBC dan Pertamina akan menjajaki potensi pemanfaatan material turunan minyak dan gas Pertamina sebagai material pendukung dalam rantai pasok IBC.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








