Diversifikasi Bisnis Berbuah, Pendapatan Non-Listrik PLN NP Tembus Rp1,1 Triliun

AKURAT.CO PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mulai menuai hasil dari strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan di luar penjualan tenaga listrik (Beyond kWh) sebesar Rp1,1 triliun, atau mencapai 160% dari target Rp688 miliar.
Kontribusi pendapatan non-kelistrikan tersebut menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan di tengah upaya memperluas sumber pendapatan di luar bisnis inti pembangkitan listrik.
Baca Juga: PLN NP Dorong Pembangkit Termal Lebih Fleksibel dan Andal
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan capaian tersebut mencerminkan transformasi bisnis yang tengah dilakukan perusahaan, tidak hanya sebagai produsen listrik, tetapi juga sebagai penyedia layanan energi yang memiliki nilai tambah.
"PLN NP tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan bahwa listrik yang dihasilkan berasal dari proses yang semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Capaian operasional ini menjadi bukti nyata transformasi PLN NP menuju perusahaan energi kelas dunia yang adaptif, unggul, dan berkelanjutan," ujar Ruly di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pendapatan Beyond kWh tersebut berasal dari berbagai lini usaha, termasuk pengerjaan proyek energi di luar negeri seperti Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste. Langkah ekspansi tersebut menunjukkan bahwa sumber pertumbuhan PLN NP tidak lagi hanya bergantung pada penjualan listrik di dalam negeri.
Di sisi operasional, PLN NP memproduksi listrik sebesar 66.919 gigawatt hour (GWh) sepanjang 2025. Perusahaan juga mencatat efisiensi melalui penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar 11,4 persen, yang menjadi salah satu indikator peningkatan produktivitas pembangkit.
Transformasi perusahaan juga dilakukan melalui program Green and Lean, yang berfokus pada efisiensi operasional sekaligus pengurangan emisi karbon. Hingga akhir 2025, realisasi penurunan emisi mencapai 1,46%, atau setara 110% dari target tahunan.
Selain meningkatkan efisiensi, PLN NP terus memperkuat kapasitas pembangkit. Sepanjang 2025, perusahaan mengembangkan pembangkit listrik baru dengan total kapasitas 696,9 megawatt (MW) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: PLN NP Genjot Cofiring, Produksi Energi Hijau Capai 245 GWh
Penambahan kapasitas tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi di masa mendatang.
Strategi diversifikasi pendapatan, ekspansi pasar internasional, efisiensi operasional, serta pengembangan pembangkit menunjukkan perubahan arah bisnis PLN Nusantara Power yang tidak lagi hanya bertumpu pada penjualan listrik, tetapi juga pada pengembangan berbagai layanan dan proyek energi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







