GAPMMI Optimis Industri Makanan-Minuman Lebih Baik Dibanding 2025

AKURAT.CO Industri makanan dan minuman nasional diyakini masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengatakan, kinerja industri makanan dan minuman cukup beragam di setiap subsektor.
Namun, secara keseluruhan, pertumbuhan industri tahun ini diperkirakan tetap lebih baik dibandingkan tahun lalu.
“Tapi kalau saya lihat secara umum, industri makanan, minuman itu karena sektornya banyak ya. Jadi masih ada yang tumbuh bagus, ada yang tumbuhnya moderat, ada yang tumbuhnya kurang bagus. Tapi secara total kita masih yakin pasti masih lebih bagus dari tahun lalu,” kata Adhi saat ditemui dikawasan Jakarta Selatan dikutip, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Ekspor dan Investasi Naik, Industri Mamin Terus Perkuat Daya Saing Global
Adhi mengungkapkan, setelah mencatat pertumbuhan sebesar 7,04% pada kuartal I-2026, industri makanan dan minuman diproyeksikan mampu mempertahankan laju pertumbuhan di kisaran 7% hingga akhir tahun.
Menurutnya, optimisme tersebut juga ditopang oleh berbagai langkah pemerintah yang mulai merespons keluhan dunia usaha, khususnya terkait biaya produksi yang selama ini membebani industri.
Salah satunya adalah keputusan pemerintah menurunkan harga gas industri yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing pelaku usaha.
“Karena sekarang pemerintah kan juga mulai memperbaiki ya. Kemarin contohnya kita mengeluh tentang gas ya. Kemudian pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga gas. Jadi saya kira ini kita terima kasih kepada pemerintah telah memberikan respon yang baik,” ujarnya.
Selain itu, Adhi juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang membebaskan sementara bea masuk untuk bahan baku plastik. Kebijakan tersebut diharapkan mampu membantu menekan biaya produksi industri makanan dan minuman.
Meski demikian, GAPMMI menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi. Tingginya biaya energi dan logistik, termasuk dampak kenaikan biaya bahan bakar, masih menjadi tantangan utama bagi pelaku industri.
Baca Juga: BlueBand Dukung Industri Mamin Lewat Ajang Food & Hospitality Indonesia 2025
“Sekarang kita juga masih mengalami masalah energi ini. Energi, masalah logistik juga karena BBM dan lain sebagainya ini juga masih tinggi. Jadi kita terus berupaya menyampaikan ke pemerintah,” ucap Adhi.
Untuk itu, pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah agar berbagai regulasi yang berkaitan dengan dunia usaha dapat diperbaiki sehingga mampu mendorong pertumbuhan industri nasional secara lebih kuat.
“Dan kita berharap pemerintah segera memperbaiki regulasi-regulasinya supaya bisa mendorong industri semakin kuat,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









