BPH Migas Pastikan Distribusi BBM di Surabaya-Gresik Kembali Lancar

AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di sejumlah wilayah Surabaya dan Gresik, Jawa Timur, berangsur membaik setelah sempat terjadi antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas yang turun langsung ke wilayah Jawa Timur mengungkapkan hasil pemantauan menunjukkan kondisi antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) kini telah jauh berkurang.
Pemantauan dilakukan di sejumlah SPBU yang berlokasi di Kecamatan Benowo dan Kecamatan Asem Rowo, Surabaya, serta SPBU di Kecamatan Kebomas di Gresik.
Baca Juga: Terealisasi 25 Persen dari Kuota Tahunan, BPH Migas: Penyaluran BBM Kuartal I-2026 Terkendali
“Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean ini (kendaraan) sudah sangat melandai. Rerata saat ini antrean sekitar 5-6 truk long chasis (sasis panjang) dan situasi ini juga tidak mengganggu rutinitas masyarakat,” kata Wahyudi dikutip dari laman BPH Migas, Kamis (2/7/2026).
Wahyudi menyampaikan, urabaya dan Gresik merupakan wilayah penghubung utama yang memiliki aktivitas logistik cukup tinggi, terutama dari Pelabuhan Tanjung Perak. Tingginya lalu lintas kendaraan barang dan distribusi logistik menyebabkan kebutuhan BBM pada sejumlah SPBU meningkat.
“Angkutan barang yang datang dari pelabuhan, kapal-kapal yang merapat di pelabuhan Tanjung Perak maupun di Gresik rata-rata intensitasnya terjadi kenaikan yang cukup signifikan mulai 22-26 Juni 2026. Dan, titik SPBU yang menjadi perhatian berada di SPBU Tol Surabaya-Gempol Kilometer 26, SPBU Tambak Osowilangun, SPBU Tambak Langon, dan SPBU Kebomas Gresik,” ujarnya.
Untuk mengurai antrean, Pertamina Patra Niaga menerapkan sejumlah langkah, di antaranya penambahan operasional mobil tangki selama 24 jam, percepatan pengiriman BBM, serta penerapan skema Reguler, Alternative and Emergency (RAE).
Selain aktivitas logistik, peningkatan kebutuhan BBM juga dipengaruhi masa libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat menuju Surabaya melalui jalur darat, udara, dan laut. “Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menggunakan BBM Subsidi (Bio Solar) dan kompensasi (Pertalite) secara bijak dan wajar,” ucap Wahyudi.
Sementara itu, Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Area Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Daniel juga memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman. Untuk memperkuat distribusi, pihaknya menambah 15 Mobil Tangki (MT) guna mempercepat pasokan ke SPBU yang membutuhkan.
“Untuk antrean memang masih ada, tetapi masih dalam taraf yang normal. Kami juga menambahkan layanan operasional 15 MT spot charter dari 226 MT yang telah tersedia di Integrated Terminal Surabaya yang akan menyalurkan kepada SPBU yang sedang membutuhkan pasokan BBM,” tutur Daniel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









