Bappenas: SDGs Jadi Tolak Ukur Baru Daya Saing Kampus RI

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) kini menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
Karena itu, kampus didorong tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
Dalam SDGs Center Conference 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026), Rachmat mengatakan percepatan pencapaian target SDGs membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi yang berperan sebagai katalisator pembangunan.
Baca Juga: SDGs Baru Tercapai 62 Persen, Bappenas Mulai Susun Strategi Pasca-2030
"Upaya percepatan pencapaian target SDGs memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Perguruan tinggi merupakan salah satu platform SDGs yang berperan penting sebagai katalisator pencapaian target SDGs," kata Rachmat.
Menurutnya, kampus harus mampu menghadirkan riset yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan lingkungan serta mengembangkan kurikulum yang relevan melalui konsep living laboratory.
"Dampaknya terhadap perguruan tinggi Indonesia di tingkat global dan nasional setidaknya tercermin dalam pengukuran Times Higher Education Impact Rankings," ujarnya.
Data Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025 menunjukkan sejumlah perguruan tinggi Indonesia berhasil masuk jajaran kampus yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian 17 tujuan SDGs.
Sepuluh perguruan tinggi teratas tersebut meliputi Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Padjadjaran, Binus University, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sebelas Maret.
THE Impact Rankings sendiri merupakan pemeringkatan global yang mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap 17 target pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, hingga aksi iklim.
Rachmat menjelaskan, peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan juga diperkuat melalui keberadaan SDGs Center yang telah tergabung dalam Indonesia SDGs Center Network (ISCN).
Jaringan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar kampus dalam mendukung program pembangunan nasional.
Selain itu, SDGs Center juga didorong menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan SDGs Entrepreneurial Center (SEC), yakni platform yang dirancang untuk memperkuat kewirausahaan berbasis pembangunan berkelanjutan.
Dalam konteks seperti ini, SDGs Center sebagai katalisator dalam pembangunan berkelanjutan, dan ini bisa menjadikan para pihak terlibat dalam program SDGs Action Register dan SDGs Action Certificate.
"Platform ini bertujuan untuk mengukur kontribusi institusi dalam pencapaian SDGs sehingga berbagai peran institusi tersebut bisa diakui secara transparan dan akurat," kata Rachmat.
Keterlibatan perguruan tinggi dinilai krusial karena kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penghasil riset, inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta solusi berbasis data untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen










