Kompor Listrik Masuk Program Strategis 2027, Bahlil: Sedang Kami Evaluasi

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji pengembangan kompor listrik generasi baru sebagai bagian dari rencana penguatan diversifikasi energi nasional.
Langkah ini dilakukan setelah program kompor listrik sebelumnya sempat mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, teknologi kompor listrik saat ini telah mengalami perkembangan yang signifikan dibandingkan produk yang pernah diperkenalkan beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Alasan Dorong Kembali Program Kompor Listrik
“Ada model kompor listrik yang model baru. Jadi memang semakin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama,” kata Bahlil di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (15/6/2026).
Bahlil menyampaikan, Kementerian ESDM masih melakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas serta keunggulan kompor listrik generasi baru dibandingkan teknologi sebelumnya.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan program yang nantinya dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi efisiensi energi maupun kemudahan penggunaan.
“Nah kita juga sekarang sedang lagi melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan program kompor listrik dan motor listrik sebagai bagian dari program strategis tahun 2027.
Kedua program tersebut masuk dalam usulan program infrastruktur pendukung ketahanan energi nasional yang diajukan Kementerian ESDM.
Bahlil mengatakan bahwa program kompor listrik dan motor listrik diusulkan melalui anggaran Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) yang mencapai Rp1,8 triliun pada 2027.
Baca Juga: Arahan Presiden, Bahlil Tegaskan Harga BBM Subsidi dan LPG Tak Akan Naik
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp1,5 triliun dialokasikan untuk tiga program strategis, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), kompor listrik, dan motor listrik.
Selain itu, Bahlil juga mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk program kompor listrik.
Kementerian ESDM, kata Bahlil juga mengusulkan anggaran sebesar Rp675,24 miliar untuk program motor listrik.
Bahlil berharap program kompor listrik dapat memperoleh dukungan dari DPR RI, terutama dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang memiliki kebutuhan terbesar terhadap program tersebut.
“Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari bapak ibu anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya bisa kita melakukan kerjasama dan sinkronisasi,” tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








