Diversifikasi Bisnis Jadi Kunci Pertumbuhan WGSH di Tengah Dinamika Ekonomi

AKURAT.CO PT Wira Global Solusi Tbk. (WGSH) menegaskan kembali identitas dan arah strategis Perseroan sebagai perusahaan holding investasi berbasis teknologi yang membangun, berinvestasi, dan mengakselerasi berbagai bisnis potensial di Indonesia.
Perseroan memperjelas posisi WGSH di mata publik, investor, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan bahwa WGSH tak hanya bergerak sebagai perusahaan teknologi informasi, tetapi juga sebagai holding dengan portofolio investasi yang terdiversifikasi.
Sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia, WGSH dikenal sebagai emiten yang memiliki fondasi kuat di sektor teknologi.
Baca Juga: Akuisisi LandLogic, WGSH Targetkan Pendapatan Rp100 Miliar
Perkembangan bisnis perseroan kini menunjukkan teknologi bukanlah satu-satunya ruang gerak WGSH, melainkan menjadi inti kompetensi yang digunakan untuk menciptakan nilai tambah di berbagai sektor.
Melalui pendekatan tersebut, WGSH memadukan kapabilitas teknologi, jaringan investor, keahlian operasional, dan strategi bisnis untuk mendukung pertumbuhan perusahaan-perusahaan dalam ekosistemnya.
WGSH bukan hanya perusahaan IT, namun perusahaan holding investasi yang menggunakan teknologi sebagai penggerak utama untuk membangun nilai di berbagai lini bisnis.
"Dengan posisi ini, kami ingin memperjelas bahwa peran WGSH adalah membangun ekosistem usaha yang lebih luas, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan,” ujar Ikin Wirawan, Komisaris Utama PT Wira Global Solusi Tbk.
Melalui WGS Ventures, WGSH menjalankan strategi sebagai tech-driven diversified holding yang mencerminkan pendekatan yang unik.
Perseroan tidak hanya mendukung startup berbasis digital, tetapi juga mendukung sektor-sektor seperti agrobisnis, manufaktur, properti, yang dipadukan dengan teknologi.
Diversifikasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat daya tahan bisnis Perseroan, memperluas sumber pendapatan, dan menciptakan nilai bagi pemegang saham.
Beberapa proyek yang akan berdampak ke pembukuan secara langsung, baik jangka pendek maupun menengah dan panjang, seperti Landlogic, Tumbara, dan Blue Phoenix.
Landlogic merupakan proyek pengembangan properti yang dijalankan setelah WGSH mengakuisisi PT Lereng Lembah Madu pada tahun 2025.
Setelah proses akuisisi, lahan yang dimiliki telah displitzing menjadi 178 kavling perumahan yang siap dikembangkan dan dipasarkan. Proyek ini menjadi salah satu aset strategis WGSH dalam menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat di Indonesia.
Tumbara adalah perusahaan distribusi produk pangan yang berfokus pada komoditas seafood.
WGSH memiliki kepemilikan saham sebesar 10% dan menjalin kerja sama dalam memasok udang vannamei kepada salah satu jaringan supermarket nasional di Indonesia.
Proyek ini memperkuat posisi WGSH dalam sektor ketahanan pangan dan distribusi produk perikanan bernilai tambah.
Dan Blue Phoenix merupakan proyek ekonomi sirkular yang dijalankan WGSH melalui PT Qorser Teknologi. Fokus utama proyek ini adalah perdagangan limbah botol plastik PET yang telah melalui proses pencacahan menjadi flakes sebagai bahan baku daur ulang.
Proyek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung industri ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Melalui Penambahan Modal Tanpa HMETD, perseroan menerbitkan 208.500.000 saham baru (dilusi 10%) dengan harga per lembar minimal 90% dari rata-rata 25 hari bursa terakhir.
Aksi korporasi ini diharapkan akan memberikan tambahan modal kerja sekitar Rp20-30 miliar untuk pengembangan bisnis terutama Blue Phoenix.
Dengan pelaksanaan Private Placement alias PMTHMETD, sekali mendayung dua pulau terlampaui. Pertama, tambahan saham baru diharapkan menciptakan pasar saham yang lebih likuid.
"Kedua, fundamental perusahaan akan meningkat signifikan karena di 2026 ini kita sudah memiliki kendaraan yang dapat menciptakan uang dengan efisien apabila disuntik modal tambahan,” tambah Ikin Wirawan.
Ke depan, Blue Phoenix memiliki roadmap yang lebih luas, termasuk ke hulu (garbage collection) dan hilir (Air Minum Dalam Kemasan). Setelah PMTHMETD, WGSH akan melakukan beberapa Corporate Action lagi sampai 2027.
Secara umum, WGSH akan terus memperluas kolaborasi dengan mitra strategis, founder, investor, dan pelaku industri untuk membangun portofolio bisnis yang sehat, inovatif, dan memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Perseroan juga akan menjaga fokus pada tata kelola, keberlanjutan, dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









