Pasokan Energi Mulai Seret, Kamboja Cari BBM ke Malaysia dan Singapura

AKURAT.CO Krisis energi global mulai menunjukkan dampak nyata di Asia Tenggara.
Kamboja menjadi salah satu negara yang paling cepat terdampak setelah pasokan bahan bakar dari Vietnam dan China terganggu.
Mengutip dari laman staritstimes, pemerintah Kamboja kini mengalihkan impor BBM ke Singapura dan Malaysia sebagai langkah darurat menjaga stabilitas energi domestik.
Usut punya usut kebijakan tersebut muncul pasca adanya pembatasan ekspor dari dua pemasok utama, yakni Vietnam dan China sehingga memicu kelangkaan energi di dalam negeri.
Baca Juga: Bagaimana Krisis Energi Memengaruhi Industri dan Perekonomian
Tidak hanya itu saja, gangguan rantai pasok energi global dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang yang berdampak pada distribusi minyak dunia dan jalur logistik strategis.
Kamboja sendiri termasuk negara yang sangat rentan. Seluruh kebutuhan bahan bakar masih bergantung pada impor karena tidak memiliki kapasitas kilang domestik.
Akibatnya, gangguan kecil di sisi suplai langsung berdampak besar. Bahkan, lebih dari 400 SPBU sempat tutup karena keterlambatan distribusi BBM.
Langkah beralih ke Singapura dan Malaysia memang memberi napas sementara. Namun, kapasitas kedua negara tersebut belum tentu mampu menggantikan sepenuhnya pasokan dari Vietnam dan China dalam jangka panjang.
Kondisi tersebut sontak menjadi sorotan rapuhnya ketahanan energi kawasan.
ASEAN yang selama ini mengandalkan jaringan perdagangan terbuka kini menghadapi realitas baru yaitu proteksionisme energi.
Baca Juga: Sri Lanka Terapkan Kerja 4 Hari Sepekan, Antisipasi Krisis Energi akibat Blokade Selat Hormuz
China, misalnya, menghentikan ekspor bahan bakar untuk menjaga kebutuhan domestik.
Sementara negara lain mulai menahan suplai sebagai langkah antisipasi krisis.
Sehingga dampak yang ditimbulkan pun bersifat sistemik. Ketika satu negara membatasi ekspor, maka negara lain terpaksa mencari sumber baru, yang pada akhirnya memperketat pasar regional.
Dalam konteks tersebut, krisis Kamboja bisa menjadi alarm awal bagi ASEAN. Tanpa integrasi energi yang lebih kuat, kawasan berisiko menghadapi krisis serupa secara berantai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









