KAI Siapkan Reaktivasi Jalur Kedungjati–Tanggung, Dongkrak Ekonomi dan Wisata Sejarah

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (KAI) meninjau kondisi jalur nonaktif relasi Kedungjati–Tanggung serta memastikan kesiapan operasional menjelang Angkutan Lebaran 2026.
Peninjauan ini merupakan bagian dari agenda strategis perusahaan dalam mendorong reaktivasi jalur yang memiliki nilai historis dan potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Jalur Kedungjati–Tanggung merupakan bagian dari sejarah awal perkeretaapian Indonesia dan termasuk koridor tertua dalam pembangunan jaringan rel nasional.
Baca Juga: Libur Panjang Imlek, KAI: Tiket Kereta Api Masih Tersedia
Dalam peninjauan lapangan, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin bersama jajaran manajemen mengevaluasi kondisi stasiun, aset prasarana, serta kebutuhan teknis yang diperlukan untuk mendukung proses reaktivasi.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, dan potensi pengembangan kawasan berbasis ekonomi lokal serta pariwisata heritage.
Bobby menyampaikan bahwa reaktivasi jalur ini memiliki arti strategis dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan wilayah.
“Reaktivasi jalur Kedungjati–Tanggung membuka akses ekonomi baru, memperluas mobilitas masyarakat, dan mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, serta pariwisata sejarah,” kata Bobby dalam keterangannya dikutip, Jumat (14/2/2026).
Wilayah Kedungjati dan sekitarnya dikenal sebagai sentra pertanian serta kawasan hutan jati yang memiliki potensi wisata alam.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Grobogan Tahun 2025, tingkat pengangguran terbuka di tingkat kabupaten tercatat 3,23%, dengan jumlah penduduk Kecamatan Kedungjati sekitar 45 ribu jiwa dan Kecamatan Tanggungharjo sekitar 43 ribu jiwa.
Konektivitas transportasi yang memadai diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Selain potensi ekonomi, jalur ini memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Stasiun Tanggung dikenal sebagai salah satu stasiun tertua dengan arsitektur khas Swiss Chalet, sedangkan Stasiun Kedungjati memiliki bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting perkembangan perkeretaapian nasional.
“Jalur ini adalah bagian dari titik awal sejarah perkeretaapian Indonesia. Pelestarian heritage harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” tegas Bobby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






